Gerakan 7 Bungkus Nasi untuk Pengungsi, Mendapat Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Pidie Jaya
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di tengah duka akibat banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, secercah harapan datang dari Gampong Raya, Kecamatan Trienggadeng. Minggu (30/11), masyarakat desa tersebut menunjukkan bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya. Dengan penuh keikhlasan, warga bahu-membahu menyiapkan dan mendistribusikan 670 bungkus nasi, 50 karung pakaian bekas layak pakai, serta 60 kotak air mineral kemasan gelas untuk para korban banjir yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.
Sejak pagi, suasana Gampong Raya terasa berbeda. Dapur-dapur warga menyala serentak, tangan-tangan ibu menanak nasi, sementara para pemuda menyiapkan kendaraan serta mengemas bantuan. Semua bergerak bukan karena perintah, melainkan karena panggilan hati. Tak ada yang bertanya siapa akan menerima, yang ada hanya satu tekad: membantu saudara yang sedang kesusahan.
Ketua Pemuda Gampong Raya, Zulkifli M. Taib mengatakan, bantuan itu disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Gampong Seunong, Gampong Meunasah Teungoh, Gampong Geunteng, Gampong Dayah Kruet, dan Gampong Raya di Kecamatan Meurah Dua. “Kami ingin memastikan bantuan ini betul-betul tiba ke warga yang membutuhkan. Ini bukan soal banyak atau sedikit, ini soal kepedulian,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan sosial itu bermula dari pengumuman Keuchik Gampong Raya pada malam hari sebelumnya. Setiap rumah diajak menyumbang tujuh bungkus nasi dan pakaian layak pakai. Ajakan sederhana itu rupanya disambut luar biasa oleh warga. Dalam waktu singkat, terkumpullah ratusan bungkus nasi, puluhan karung pakaian, serta air minum yang kemudian diantar langsung oleh para pemuda ke lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah, semua ini murni swadaya masyarakat. Tidak ada paksaan, tidak ada target. Yang ada hanya rasa ingin membantu. Kami ingin saudara-saudara kami tahu bahwa mereka tidak sendiri,” tambah Zulkifli dengan mata berkaca-kaca. Ia menyebut, semangat gotong royong yang hidup di Gampong Raya menjadi bukti bahwa bencana tidak memadamkan kepedulian, justru menyalakannya.
Apresiasi pun datang dari tokoh masyarakat Pidie Jaya, dr. Fajriman, Direktur RSUD Pidie Jaya. Ia menyebut langkah masyarakat Gampong Raya sebagai teladan nyata nilai kemanusiaan dan kekuatan sosial gampong. “Di saat pemerintah bekerja dari sisi kebijakan dan layanan, masyarakat gampong menguatkan dari sisi empati. Inilah energi sosial yang luar biasa,” ungkapnya.
dr. Fajriman berharap, aksi kemanusiaan tersebut dapat menginspirasi gampong-gampong lainnya untuk menggerakkan solidaritas serupa. Menurutnya, bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi korban bencana. “Yang terpenting bukan jumlahnya, tapi ketulusan dan kebersamaan yang menyertainya. Inilah yang menguatkan mental dan harapan para korban,” katanya.
Di tengah genangan yang belum surut dan duka yang belum pulih, masyarakat Gampong Raya telah menorehkan kisah indah tentang arti persaudaraan. Bantu-membantu, bahu-membahu, dan saling menguatkan menjadi doa yang hidup dalam bentuk nasi, pakaian, dan air minum. Dari desa kecil itu, pesan besar dikirimkan ke seluruh Pidie Jaya: kita akan bangkit bersama, karena kita saling peduli. (**)









