04 Maret 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Bansos Tak Merata, Aroma Kecemburuan Sosial Menguat di Pidie Jaya

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Bantuan stimulan ekonomi dan isian hunian tahap pertama dari Kementerian Sosial Republik Indonesia disebut-sebut belum menyentuh seluruh gampong  terdampak bencana di Pidie Jaya. Bagi sebagian masyarakat korban bencana, yang datang malah bukan bantuan, tapi kebingungan, mengapa ada yang menerima, sementara lainnya nihil tanpa penjelasan?

Mirzatul Akmal atau yang akrab disapa Black, Koordinator Aliansi Generasi Positif Pidie Jaya (GenPos Pijay) Rabu, (4/3) mengatakan, ketidakmerataan distribusi tahap pertama berpotensi memicu keresahan sosial jika tidak segera dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah daerah.

“Kami tidak menolak bantuan, kami menolak ketidakjelasan. Masyarakat butuh kepastian, kapan tahap kedua disalurkan, siapa penerimanya, dan berapa besarannya,” tegas Black.

GenPos Pijay mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, khususnya Dinas Sosial, untuk segera mengumumkan jadwal resmi penyaluran tahap kedua, mempublikasikan daftar penerima per gampong, serta membuka secara gamblang kriteria dan mekanisme verifikasi. Desa-desa yang sama sekali tidak menerima pada tahap pertama juga diminta mendapat klarifikasi resmi agar tidak muncul asumsi liar di tengah masyarakat.

Menurut Black, bantuan sosial atensi presiden itu adalah hak warga terdampak, bukan kebijakan yang dibagikan secara samar. Tanpa keterbukaan, ruang spekulasi akan membesar dan berpotensi memecah solidaritas warga yang selama ini saling menopang di masa sulit.

GenPos Pijay akan mengawal proses ini hingga ada kejelasan resmi terkait tahap kedua. Mereka menuntut para pengambil kebijakan mengakomodir hak-hak korban bencana. Di saat rakyat menunggu dengan sabar, yang dibutuhkan bukan sekadar janji, tapi kepastian dan transparansi yang bisa dipertanggungjawabkan. (**)