LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Seperempat tahun atau tiga bulan berlalu pasca banjir bandang menerjang kawasan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kondisi di lokasi terdampak masih memprihatinkan. Tumpukan kayu gelondongan, lumpur tebal, dan material bawaan arus sungai masih menutupi sebagian wilayah permukiman warga. Jejak bencana belum benar-benar hilang, menyisakan pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.
Helmi, Keuchik Gampong Meunasah Bie mengaku hingga kini masih berjibaku membersihkan sisa-sisa material banjir. Tanpa dukungan maksimal, proses pembersihan berlangsung lambat. Kayu-kayu besar yang terseret arus sulit dipindahkan, sementara lumpur yang mengering semakin mengeras dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Keuchik Mns Bie menyampaikan harapan agar ada pihak-pihak yang tergerak membantu. Mereka berharap perhatian dari pemerintah maupun relawan untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan. Doa dan harapan terus dipanjatkan agar kondisi segera membaik dan kehidupan kembali normal.
Banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebagian warga masih berupaya memperbaiki rumah yang terdampak, sementara aktivitas pertanian dan usaha kecil belum sepenuhnya pulih akibat tertimbun material banjir.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa penanganan pasca bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemulihan jangka menengah dan panjang membutuhkan koordinasi, kepedulian, dan kehadiran nyata dari berbagai pihak agar warga yang terdampak dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak. (**)









