23 Agustus 2026
Daerah

Tingkatkan Keterampilan Profesionalisme Guru, SLB Permata Aceh Sigli Pastikan Pendidikan Bermutu untuk ABK

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDalam upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), SLB Permata Aceh Sigli yang bernaung di bawah Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) Sigli menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Perangkat Ajar pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Kegiatan yang berlangsung intensif dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB yang berpusat di Aula SD Permata Aceh Gampong Kampong Baro Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh 21 guru dan tenaga kependidikan, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Pidie, Taufiq, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa perangkat ajar adalah “senjata” utama seorang pendidik. 

“Mengajar siswa berkebutuhan khusus memang bukan perkara mudah, namun dengan semangat, keikhlasan, dan perangkat ajar yang terukur, tantangan tersebut akan menjadi lebih ringan,” ujar beliau. 

Kacabdin juga memberikan arahan strategis kepada jajaran Wakil Kepala Sekolah untuk terus bersinergi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas di sekolah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SLB Permata Aceh, Salmiati, S.Pd., M.Ed., dalam sambutannya menekankan bahwa penguasaan penyusunan perangkat ajar merupakan kompetensi fundamental. 

Mengingat setiap peserta didik memiliki keistimewaan tersendiri, maka adaptasi kurikulum menjadi mutlak diperlukan agar siswa dapat berkembang optimal sesuai dengan potensi unik yang mereka miliki. 

Hal ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan SLB Permata Aceh Sigli dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, demikian kata Salmiati.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pembina Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) Sigli Bunda Hetti Zuliani, M.Pd., Ph.D., CHt, CI. Selain mengapresiasi dedikasi guru dalam membimbing siswa, beliau memberikan arahan penting mengenai peran guru sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak.

“Guru SLB harus menjadi benteng utama bagi anak- anak istimewa kita. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, seperti maraknya perundungan, kekerasan seksual, isu penyimpangan perilaku, hingga ancaman kesehatan, guru harus memiliki kepekaan dan pemahaman yang mendalam. Kita wajib membekali siswa dengan pendidikan karakter dan kecakapan hidup agar mereka terlindungi dan mampu tumbuh menjadi individu yang mandiri sesuai dengan keistimewaannya masing-masing,” tegas Bunda Hetti Zuliani yang juga Dosen Konseling USK Banda Aceh. 

Inti dari peningkatan kualitas tersebut dijabarkan secara mendalam dalam sesi pelatihan yang dipandu oleh Pengawas Pembina sekaligus pakar perangkat ajar, Husniah, S.Pd., M.Pd. 

Dalam sesi ini, para guru diajak untuk membedah habis kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah untuk kemudian diterjemahkan ke dalam konteks pendidikan khusus.

Pelatihan dirancang secara aplikatif, dimulai dengan kemampuan guru dalam menganalisis dan mengenali potensi, hambatan, serta gaya belajar masing-masing siswa melalui asesmen diagnostik yang tepat. 

Berbekal pemahaman profil siswa tersebut, para peserta dibimbing secara teknis untuk menganalisis dan memodifikasi Capaian Pembelajaran (CP), merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), serta menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang berdiferensiasi.

Tidak berhenti di situ, pelatihan ini juga memfokuskan pendampingan pada perumusan Program Pembelajaran Individual (PPI). 

Dengan instrumen ini, kurikulum nasional dikuliti, disesuaikan, dan dirancang ulang secara presisi agar benar-benar menjadi "senjata tajam" yang fungsional di tangan guru saat menghadapi keunikan dan keberagaman kemampuan anak-anak di dalam kelas.

Melalui workshop komprehensif ini, SLB Permata Aceh membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas mengajar, melainkan memastikan bahwa setiap anak istimewa mendapatkan hak belajar yang dirancang khusus, terarah, dan bermakna bagi masa depan mereka.(AA)