Dana Presiden Turun, Pengadaan Sapi Meugang Tak Libatkan Pihak Ketiga
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyebut mekanisme pengadaan dan pembagian sapi meugang bantuan Presiden dilakukan tanpa melibatkan kontraktor. Seluruh proses pembelian hingga distribusi daging sepenuhnya dikelola oleh kelompok masyarakat di masing-masing gampong, dengan pengawasan pemerintah daerah dan Forkopimda.
Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM yang akrab disapa Ayah Wa menyampaikan, skema tersebut diterapkan untuk memastikan transparansi sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. Bantuan meugang dari itu disalurkan kepada warga terdampak banjir menjelang Ramadan.
“Bantuan diberikan dalam bentuk daging, bukan uang tunai. Nilai bersih yang diterima setiap gampong sebesar Rp17 juta setelah dipotong pajak, administrasi kesehatan hewan (Keswan), dan dokumentasi pertanggungjawaban,” ujar Ayah Wa, Senin (16/2).
Ia menjelaskan, mekanisme tersebut mengacu pada petunjuk teknis dari Total dana yang masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Aceh Utara sebesar Rp19.550.000.000, yang awalnya diperuntukkan bagi 391 gampong.
Namun berdasarkan keputusan rapat bersama Forkopimda, bantuan diperluas agar menjangkau 852 gampong terdampak banjir, terdiri dari 696 kategori dampak berat dan 156 dampak ringan. Sebanyak 1.109 ekor sapi disiapkan, dengan pembagian minimal satu ekor per gampong, sementara sisanya dialokasikan ke wilayah dengan jumlah kepala keluarga terdampak lebih besar.
Pemkab memastikan seluruh masyarakat terdampak, termasuk yang kehilangan mata pencaharian di sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil, dapat menikmati daging meugang. Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden sehingga tradisi meugang tetap dapat dirasakan warga Aceh Utara di tengah pemulihan pasca bencana. (**)








