Bupati Sibral Serahkan Ratusan Sapi Meugang Bantuan Presiden untuk Meugang Warga Terdampak Banjir
Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Jelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Aceh kembali bersiap menyambut tradisi Meugang, sebuah kearifan lokal yang telah mengakar kuat setiap memasuki bulan puasa.
Di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang, warga terdampak di Kabupaten Pidie Jaya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Bupati Pidie Jaya, HSibral Malasyi. MA, S.Sos., ME, Senin (16/2/2026) menyerahkan secara simbolis bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berupa 245 ekor sapi untuk masyarakat terdampak bencana banjir bandang.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie Jaya sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang masih berada dalam masa transisi pemulihan.
Total Bantuan Capai Rp4,9 Miliar
Bupati Sibral Malasyi menyampaikan, total bantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mencapai Rp4,9 miliar. Anggaran tersebut direalisasikan melalui pengadaan sekitar 245 ekor sapi yang akan dibagikan kepada gampong-gampong terdampak banjir.
“Dari total anggaran bantuan Presiden tersebut, kami melakukan pengadaan lebih kurang 245 ekor sapi untuk diserahkan kepada gampong-gampong terdampak banjir bandang,” ujar Bupati.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di sejumlah kecamatan, yakni Meureudu, Meurah Dua, Trienggadeng, Panteraja, Bandar Dua, Ulim, dan Bandar Baru.
Penyaluran ini juga berpedoman pada Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor 400.6/848/SJ tanggal 12 Februari 2026 tentang Penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang Menjelang Ramadan 2026.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, setiap sapi telah dilengkapi nomor seri sesuai dengan data gampong penerima. Bupati menegaskan bahwa distribusi harus sesuai dengan daftar yang telah ditetapkan.
“Setiap sapi sudah ada nomor serinya. Jika terjadi kekeliruan atau tertukar, wajib ditukar kembali sesuai nomor masing-masing. Tidak boleh berpindah ke desa lain karena akan diperiksa dalam proses distribusi. Camat dan aparatur desa harus ikut mendampingi agar penyaluran tertib,” tegasnya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjaga semangat kebersamaan di tengah proses pemulihan pascabencana.
“Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat menikmati Meugang bersama keluarga, menjadi penyemangat untuk bangkit, serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial ekonomi pascabencana di Pidie Jaya,” pungkas Bupati.
Bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari musibah, sekaligus memastikan tradisi Meugang tetap terlaksana dengan penuh kebersamaan menjelang Ramadan. (**)








