30 Agustus 2026
Kisah
Kemanusiaan

Sekali Donor 2 Kantong, Miswar Wakafkan 95 Kantong Darahnya untuk Kemanusiaan

Foto : Miswar, SE, saat donor darah di UTD RSUD Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDKetika sebagian orang mulai beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian, Miswar, SE (39), justru melangkahkan kaki menuju Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Pidie Jaya. Bukan untuk berobat, bukan pula karena sedang membutuhkan pertolongan. Pria kelahiran 1987 itu datang membawa darahnya sendiri untuk pasien yang membutuhkan, Sabtu malam (29/8), dua kantong darah didonasikannya untuk memenuhi kebutuhan seorang pasien yang sedang menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

Bagi Miswar, mendonorkan darah bukanlah perkara baru. Bahkan, dua kantong dalam sekali donor sudah beberapa kali dilakukannya. Tubuhnya yang gembul dan wajah yang selalu tampak bersahabat seakan tak pernah menunjukkan rasa gentar setiap kali jarum donor menusuk lengannya. “Alhamdulillah, tidak berpengaruh apa-apa bagi saya walau dua kantong sekali donor,” ujarnya.

Baginya, ada kebahagiaan tersendiri ketika darah yang mengalir dari tubuhnya kelak menjadi harapan bagi seseorang yang tengah bertarung melawan penyakit.
Perjalanan Miswar sebagai relawan kemanusiaan telah mengantarkannya pada angka yang tidak kecil. Hingga kini, tercatat sudah 95 kali ia mendonorkan darah. Angka itu bukan sekadar deretan angka dalam catatan donor, melainkan 95 kali kesempatan untuk membantu orang lain bertahan hidup.

Lebih dari itu, setiap kali mendengar kabar ada pasien membutuhkan golongan darah tertentu, Miswar berusaha hadir. Bukan hanya di Pidie Jaya. Di mana pun berada, selama tenaganya dibutuhkan dan darahnya memungkinkan untuk didonasikan, ia berupaya membantu.

Dibalik kesibukannya sebagai relawan, Miswar adalah seorang ayah dari tiga anak. Salah satunya bernama Maryam. Ia tentu memiliki pekerjaan, keluarga, serta kehidupan pribadi yang harus dijalani. Namun, kesibukan tersebut tidak membuat kepeduliannya terhadap sesama berhenti. Justru dari sana ia menemukan makna bahwa membantu orang lain tidak selalu harus dengan materi. Ada kalanya, sesuatu yang paling sederhana dari tubuh kita dapat menjadi penyelamat bagi kehidupan orang lain.

Miswar juga tidak hanya bergerak di bidang donor darah. Ia dikenal sebagai salah seorang aktivis lingkungan yang turut menaruh perhatian terhadap kelestarian alam dan kebersihan lingkungan. Dua dunia yang tampak berbeda itu bertemu dalam satu nilai yang sama yakni kepedulian.

Jika donor darah adalah bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, maka menjaga lingkungan adalah bentuk kepedulian terhadap kehidupan yang lebih luas. Ia memilih untuk tidak hanya berbicara tentang kebaikan, tetapi berusaha hadir dan melakukannya.
Di tengah kehidupan yang sering kali membuat orang sibuk mengejar kepentingan masing-masing, Miswar mengingatkan bahwa kemanusiaan masih memiliki banyak wajah. Salah satunya adalah lengan yang rela disodorkan, darah yang rela diberikan, dan waktu yang rela disisihkan demi seseorang yang bahkan mungkin tidak dikenalnya.

95 kali donor darah mungkin belum membuat namanya dikenal oleh banyak orang. Namun bagi mereka yang pernah tertolong dari darah yang ia donorkan, kebaikan Miswar mungkin jauh lebih berarti daripada sekadar sebuah nama. Sebab pada akhirnya, menjadi relawan kemanusiaan bukan tentang seberapa sering kita dipuji, tetapi seberapa banyak kehidupan yang bisa kita bantu. (**)