Prof. Dr. Firdaus Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Sosiologi Agama, Siap Perkuat Tradisi Keilmuan
Foto : Prof. Dr. Firdaus, M.Hum, M.Si | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Akademisi senior Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Firdaus, M.Hum, M.Si, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Agama setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025. Penyerahan keputusan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Harmoni, Jakarta, Senin (13/7/2026), menjadi momentum penting bagi penguatan sumber daya akademik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Pengukuhan ini menandai capaian akademik tertinggi dalam perjalanan intelektual Prof. Firdaus sekaligus menghadirkan tanggung jawab baru untuk memperkaya khazanah keilmuan, memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan ilmiah yang relevan bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
Usai menerima penetapan tersebut, Prof. Firdaus menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Menurutnya, jabatan Guru Besar bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan amanah moral dan intelektual yang menuntut komitmen tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah ini. Lebih dari sebuah pencapaian, jabatan Guru Besar merupakan tantangan untuk terus memperdalam dan mengembangkan keilmuan, khususnya di bidang Sosiologi Agama, sebagaimana menjadi harapan Bapak Menteri Agama," ujar Prof. Firdaus.
Putra Pidie Jaya, kelahiran Meucat Pangwa, menyebut seorang Guru Besar dituntut tidak hanya produktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bereputasi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi pembelajaran, membangun tradisi akademik yang kuat, serta menjadi teladan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Prof. Firdaus juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem akademik yang kolaboratif antara mahasiswa, dosen, dan Guru Besar. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur sivitas akademika saling memperkuat melalui budaya riset, berpikir kritis, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Mahasiswa harus menjadi pembelajar yang aktif, memiliki daya kritis, serta mampu mengembangkan kapasitas riset. Di sisi lain, dosen dan Guru Besar berkewajiban menjadi pembimbing, mentor, sekaligus mitra intelektual yang mendorong lahirnya penelitian dan inovasi yang berdampak bagi bangsa," katanya.
Sebagai Guru Besar di bidang Sosiologi Agama, Prof. Firdaus memandang perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebangsaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia menilai sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar hasil riset dan inovasi akademik benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Menurutnya, keberadaan seorang Guru Besar tidak semata diukur dari gelar akademik yang disandang, melainkan dari dedikasi dalam membangun tradisi keilmuan, menjaga integritas akademik, membimbing generasi muda, serta memperkaya literatur ilmiah yang mampu menjawab tantangan zaman.
"Guru Besar memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik, meneliti, mengabdi kepada masyarakat, dan melahirkan generasi akademisi yang mampu menjawab dinamika masa depan. Tanggung jawab itu hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan Guru Besar," tegasnya.
Ke depan, Prof. Firdaus berkomitmen terus mengembangkan kajian Sosiologi Agama melalui penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan, serta pembinaan generasi muda yang berkarakter, moderat, berintegritas, dan berdaya saing global.
Firdaus meyakini perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya pemikiran-pemikiran transformatif yang mampu menjawab perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama pembangunan peradaban.
Menutup keterangannya, Prof. Firdaus memohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika serta masyarakat agar mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
"Saya memohon doa dari seluruh sivitas akademika, kolega, mahasiswa, dan masyarakat agar dapat mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan sehingga ilmu yang kami kembangkan benar-benar membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan peradaban," pungkasnya. (Munawar)







