MPU Pidie Jaya Gelar Muzakarah Ulama, Bahas Penguatan Hukum Syariat di Tengah Perubahan Zaman
Foto : Bupati Sibral menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Muzakarah Ulama di aula MPU Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan modern menjadi perhatian dalam Muzakarah Ulama 2026 yang digelar Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (24/9/2026).
Forum yang digelar seharian itu berlangsung di Aula MPU Pidie Jaya, mempertemukan ulama, pimpinan dayah, ormas, khatib masjid, dan unsur pemerintah.
Mengusung tema “Melalui Muzakarah Ulama, Kita Tingkatkan Pemahaman Umat terhadap Hukum Syariat", kegiatan ini untuk membahas persoalan keumatan, tentang hukum Islam serta tantangan kehidupan masyarakat, sekaligus upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap hukum syariat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Ulama dan DPA-SKPK Sekretariat MPU Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua MPU Kabupaten Pidie Jaya, Dr. Tgk. H. Anwar Usman, S.Pd.I., M.M. (dikenal sebagai Abiya Kuta Krueng) mengatakan muzakarah merupakan bagian dari tanggung jawab ulama dalam memberikan pandangan dan solusi keagamaan terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Muzakarah ulama bukan sekadar forum untuk bertukar pendapat, tetapi bagian dari ikhtiar menjalankan amanah keilmuan dan tanggung jawab keumatan.” ujarnya
Ia menilai berbagai perubahan yang terjadi membutuhkan kajian keislaman yang mendalam dengan berpedoman pada Al-Qur'an, Sunnah, ijma' dan qiyas, serta mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat.
Abiya juga mengingatkan perbedaan pandangan keilmuan agar tidak menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi bagian dari kekayaan pemikiran Islam.
Kesempatan yang sama, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA, mengatakan ulama memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Pembangunan tidak hanya sebatas fisik, tetapi pembangunan manusia, akhlak, moral, dan kehidupan sosial keagamaan jauh lebih penting,” kata Sibral.
Ia mendorong hasil muzakarah dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi masukan dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, panitia pelaksana, H. Said Sofyan, S.Pd., M.M., menyebutkan kegiatan tersebut menghadirkan Ayah Cot Trueng dan Baba Panton sebagai narasumber dengan pendampingan Tim Lajnah MPU Pidie Jaya.
Peserta terdiri atas anggota MPU, pimpinan dayah, pimpinan ormas, khatib masjid, serta unsur instansi pemerintah di Kabupaten Pidie Jaya.
Muzakarah berlangsung alot hingga akhir acara dengan peserta dari unsur MPU, pimpinan dayah, organisasi kemasyarakatan, khatib masjid, dan instansi pemerintah. (*)






