05 Mei 2026
News

Tak Berkutik, 7 TSK Sabu Dibekuk Polisi Pijay, 1 DPO Masih Diburu

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -  Gerak cepat polisi dalam Operasi Antik 2026 bikin suasana malam itu sedikit memanas yang biasanya adem ayem, saat tim Satresnarkoba Polres Pidie Jaya turun langsung menyergap para pelaku yang diduga tengah bermain dalam lingkaran gelap narkotika.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengungkap empat kasus berbeda dan mengamankan tujuh orang tersangka. Penangkapan paling dramatis terjadi di Kecamatan Meureudu, Sabtu malam (2/5) sekitar pukul 21.30 WIB, saat dua pria berinisial OM (27) dan IS (26) tak berkutik ketika digerebek di kawasan hunian sementara.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Haryadi, mengatakan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi sabu di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim opsnal yang dipimpin KBO Satresnarkoba langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya memastikan keberadaan target di lapangan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan yang turut disaksikan perangkat gampong setempat. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu paket sabu seberat 1,66 gram yang disembunyikan dalam bungkus rokok di saku celana OM. Selain itu, dua unit handphone dan satu unit sepeda motor Honda Vario BL 3496 PAI turut diamankan.

Interogasi awal, OM mengaku sabu tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial S yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berdomisili di wilayah Kabupaten Pidie. Tak tinggal diam Polisi pun langsung melakukan pengembangan, namun pelaku lain tersebut masih dalam pengejaran intensif.

Secara keseluruhan, selama Operasi Antik 2026, Polres Pidie Jaya berhasil mengamankan tujuh tersangka dari empat kasus dengan total barang bukti sabu seberat 5,91 gram. Selain OM dan IS, turut diamankan M (27) dan R (36), MZ (34), serta B (48) dan MH.

Kapolres Pidie Jaya Ahmad Faisal menegaskan komitmennya untuk terus memburu jaringan narkotika hingga ke akar, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap aktif memberikan informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. (**)