26 Juli 2026
Daerah

Pelaku Usaha Laundry Aceh Dibekali Keahlian Teknis dan Manajemen, ASLI Dorong Daya Saing Industri Laundry Daerah

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDewan Pimpinan Daerah Asosiasi Laundry Indonesia (DPD ASLI) Aceh menggelar Training Pembuatan Deterjen dan Teknisi Mesin Laundry di Aula Kampus International Tourism College (ITC), Jambo Tape, Banda Aceh, Sabtu–Ahad (25–26 Juli 2026). Kegiatan ini diikuti para pelaku usaha laundry dari berbagai daerah di Aceh sebagai upaya meningkatkan kompetensi, efisiensi usaha, dan daya saing industri laundry.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber nasional yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Maria Eva Sriulina, S.Sos., M.H., Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), Akbar Saputra, CEO sekaligus Rektor Laundryversity (Sekolah Laundry Indonesia), serta Jayadi, Trainer Nasional dan praktisi Premium 5àsec International yang juga tergabung dalam Tim Teknis Jordan Laundry Indonesia.

Ketua DPD ASLI Aceh, Muhammad Nasir, S.Ked., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum ASLI Pusat beserta jajaran Dewan Pimpinan Pusat yang telah meluangkan waktu hadir di Aceh untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaan usaha laundry.

Nasir mengatakan, dukungan DPP ASLI memungkinkan pelatihan yang biasanya hanya diselenggarakan di Jakarta dengan biaya sekitar Rp4,5 juta dapat dilaksanakan di Aceh dengan biaya yang hanya sekitar seperempat dari biaya tersebut.

"Program ini kami hadirkan semata-mata untuk membantu para pelaku usaha laundry di Aceh agar memiliki kemampuan melakukan perawatan mesin secara mandiri sekaligus mampu memproduksi deterjen sendiri dengan kualitas yang baik. Dengan begitu, biaya operasional usaha dapat ditekan dan keuntungan usaha bisa semakin meningkat," ujarnya.

Menurut Nasir, penguasaan aspek teknis menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha laundry di tengah meningkatnya persaingan bisnis. Kemampuan memperbaiki mesin dan memproduksi bahan pendukung secara mandiri akan membuat usaha lebih efisien, berkelanjutan, dan tidak terlalu bergantung pada pihak lain.

Sementara itu, Ketua DPP ASLI, Maria Eva Sriulina, memberikan apresiasi kepada pengurus DPD ASLI Aceh yang kembali aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan setelah sempat vakum dalam beberapa waktu terakhir.

Ia berharap ASLI Aceh terus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kapasitas bagi para pelaku usaha laundry di daerah sehingga mampu melahirkan pengusaha-pengusaha laundry yang profesional dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Maria Eva juga menyampaikan kabar baik bagi dunia usaha laundry di Indonesia. Menurutnya, saat ini usaha laundry telah memiliki landasan hukum yang lebih kuat setelah diterbitkannya Peraturan Menteri UMKM Nomor 2 Tahun 2026, yang mengakui usaha laundry sebagai salah satu bagian dari kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Ini merupakan langkah maju yang sangat penting karena usaha laundry kini memiliki pengakuan resmi dalam ekosistem UMKM nasional," kata pengusaha laundry yang telah berkecimpung di industri tersebut selama lebih dari 11 tahun.
 
Maria Eva turut mengajak para pelaku usaha laundry di Aceh untuk mengikuti Indonesia Best Practice Laundry Awards yang diselenggarakan DPP ASLI. Selain memperoleh hadiah uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan tiket perjalanan pulang-pergi serta akomodasi hotel ke negara di Eropa. Tahun ini para pemenang akan diberangkatkan ke Milan, Italia.

"Saya berharap tahun depan ada pelaku usaha laundry dari Aceh yang berhasil menjadi pemenang dan membawa nama daerah di tingkat nasional," harapnya.

Pelatihan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama peserta memperoleh materi mengenai strategi pengembangan bisnis laundry, pengelolaan sumber daya manusia, peningkatan kualitas layanan, serta solusi atas berbagai persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha, mulai dari usaha yang sulit berkembang, tingginya biaya operasional, hingga manajemen tenaga kerja.

Sedangkan pada hari kedua, peserta akan mendapatkan pelatihan praktik mengenai teknik perawatan dan perbaikan mesin laundry, penanganan berbagai kerusakan peralatan operasional, serta pembuatan deterjen berkualitas yang dapat diproduksi sendiri untuk kebutuhan usaha.

Salah seorang peserta, Ismet, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar langsung dari para praktisi nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan usahanya.

"Selama ini saya juga banyak belajar dari Pak Muhammad Nasir mengenai tata kelola usaha laundry. Alhamdulillah, melalui pelatihan ini saya memperoleh ilmu baru langsung dari para ahli. Insya Allah semua materi yang saya dapatkan akan saya terapkan untuk meningkatkan kualitas usaha laundry yang saya kelola," ujarnya. (**)