14 Oktober 2026
Pelajar

Museum Pidie Jaya Hidupkan Catoe Rimueng, Usai Ratusan Murid SD Kini Puluhan Pelajar SMP Ikuti Lomba

Foto : Puluhan Pelajar SMP sedang mengikuti perlombaan permainan Catoe Rimueng di Museum Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Puluhan pelajar tingkat SMP mengikuti perlombaan permainan tradisional Catoe Rimueng (Catur Harimau) yang digelar Museum Pidie Jaya di Taman Kota Cot Trieng, Meureudu, Selasa (13/10/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat (16/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan rakyat yang dahulu populer di tengah masyarakat Aceh, terutama di pos-pos jaga, panteu trieng (balai bambu), dan warung kopi di gampong.

Sehari sebelumnya, ratusan murid SD/MI juga ikut serta dalam perlombaan tersebut. Kegiatan ini melibatkan pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama sebagai bagian dari pengenalan warisan budaya lokal kepada generasi muda.Di sela waktu jeda perminan, anak-anak diajak mengunjungi museum sebagai sarana edukasi untuk mengenal sejarah dan budaya Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, secara langsung.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.

Perlombaan Catoe Rimueng mempertandingkan empat kategori, yakni SD/MI putra dan putri serta SMP putra dan putri. Panitia menyediakan uang pembinaan bagi para pemenang di setiap kategori, masing-masing Rp1.250.000 untuk juara pertama, Rp1.000.000 untuk juara kedua, dan Rp750.000 untuk juara ketiga.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie Jaya, Marzuan, mengatakan museum memiliki peran penting dalam mendekatkan masyarakat dengan sejarah dan kebudayaan daerah.

Menurutnya, museum tidak semata-mata menjadi objek wisata, tetapi juga harus berfungsi sebagai ruang edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenal dan mempelajari warisan budaya.

“Keberadaan museum sangat penting karena memiliki tanggung jawab dan fungsi untuk melestarikan, membina, sekaligus mengembangkan budaya masyarakat, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud,” ujarnya.

Marzuan berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang kebudayaan Aceh, termasuk permainan tradisional dan berbahasa daerah Aceh.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin pelajar lebih mengenal budaya Aceh, baik melalui permainan rakyat maupun bahasa Aceh (cerita jameun). Harapannya, mereka ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyambut baik upaya pengembangan permainan tradisional sebagai bagian dari promosi kebudayaan dan pariwisata daerah.

Ia menilai kegiatan berbasis budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke Pidie Jaya.

“Pemkab Pidie Jaya akan mendukung kegiatan-kegiatan positif dalam promosi dan memajukan daerah,” kata Sibral saat dikonfirmasi Liputan Gampong News melalui sambungan telepon.