26 Oktober 2026
Daerah

Lima Hektare Sawah Rusak Berat di Blang Awe Direhabilitasi, Petani Siap Menanam Kembali

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Sawah yang sebelumnya tertimbun material lumpur akibat bencana di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini kembali siap ditanami padi. Pemulihan lahan tersebut menjadi angin segar bagi petani yang sempat kehilangan kesempatan menggarap sawah dan menggantungkan penghidupan mereka pada sektor pertanian, Senin (26/10).

Rehabilitasi yang berlangsung sekitar sepuluh hari itu dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan timbunan lumpur yang menutupi persawahan. Diketahui, sekitar 5 Ha sawah yang masuk kategori rusak berat di gampong tersebut telah selesai ditangani.

Sementara itu, anggota DPRK Pidie Jaya, Munawar, yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pidie Jaya, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam memulihkan lahan pertanian warga. Munawar menyampaikan penghargaan kepada Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi bersama jajaran Dinas Pertanian dan Pangan yang telah mengupayakan penanganan sawah terdampak bencana.

“Saya mengapresiasi kerja keras Bupati Sibral Malasyi dan Plt. Kadis Pertanian dan Pangan yang terus berjuang untuk kepentingan masyarakat, khususnya para petani yang sawahnya mengalami kerusakan parah akibat bencana. Upaya ini sangat berarti bagi masyarakat,” ujar Munawar.

Munawar turut memantau langsung proses rehabilitasi persawahan di Gampong Blang Awe, karena lokasi tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Menurut Munawar, rampungnya pekerjaan pembersihan lumpur memberikan harapan bagi petani untuk kembali mengolah lahan dan melanjutkan kegiatan pertanian yang sempat terhenti.

“Alhamdulillah, pengerjaan sudah selesai. Sekarang petani mulai bersiap melakukan penanaman padi kembali. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setelah sekian lama menghadapi kesulitan ekonomi akibat bencana,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Nur menjelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan dengan memanfaatkan alat berat bantuan Kementerian Dalam Negeri yang berada di Kabupaten Pidie Jaya selama sekitar satu bulan. Penggunaan peralatan tersebut membantu mempercepat pengangkatan material lumpur yang sulit ditangani secara manual, sehingga lahan yang rusak dapat kembali dimanfaatkan.

Pemulihan sawah di Gampong Blang Awe bukan sekadar upaya membersihkan lahan dari material bencana, tetapi juga bagian penting dari pemulihan ekonomi masyarakat. Dengan kembali terbukanya akses untuk menggarap persawahan, petani diharapkan dapat melanjutkan musim tanam, menjaga sumber pendapatan keluarga, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Munawar berharap, keberhasilan rehabilitasi di Gampong Blang Awe dapat menjadi dorongan untuk mempercepat penanganan sawah terdampak di wilayah lain di Pidie Jaya. Baginya, mengembalikan fungsi persawahan berarti membuka kembali peluang bagi petani untuk bangkit dan menata kehidupan setelah dihantam bencana. (**)