29 Maret 2026
Daerah

Empat Bulan Pascabencana, Bantuan Tak Kunjung Jelas, IWOI Aceh Timur Warning Potensi Gejolak Sosial

Foto : Ketua IWao Aceh Timur, Rahmad | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDEmpat bulan setelah banjir dan tanah longsor melanda Aceh Timur, ketidakjelasan bantuan dari pemerintah pusat memicu keresahan warga.

Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Aceh Timur memperingatkan potensi demonstrasi besar hingga konflik sosial jika persoalan ini terus berlarut.

Ketua IWOI Aceh Timur, Rahmad, Sabtu (28/3/2026), dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi sosial masyarakat pascabencana yang belum sepenuhnya tertangani.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Rahmad menilai sedikitnya empat kabupaten/kota di Aceh berpotensi mengalami gelombang demonstrasi. Bahkan, situasi ini dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial.

“Empat bulan pascabencana, belum ada kepastian nyata terkait bantuan ganti rugi dari pemerintah pusat, khususnya di Aceh Timur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sekitar 26 ribu warga di 151 desa terdampak banjir dan longsor. Namun, realisasi bantuan dinilai masih sangat minim.

“Baru sekitar 20 persen atau sekitar 6 ribu warga yang akan menerima bantuan tahap awal. Artinya, 80 persen lainnya belum tersentuh,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Rahmad, telah memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia mengaku menemukan langsung adanya pertengkaran, kemarahan, hingga aksi demonstrasi warga akibat ketidakjelasan bantuan.

“Kalau tidak segera diselesaikan, situasi bisa semakin parah. Masyarakat bisa bertindak lebih brutal. Ini yang kami khawatirkan,” tegasnya.

Rahmad mendesak pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, segera memberikan kepastian terkait penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan gejolak lebih luas.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera merilis data verifikasi penerima bantuan tahap kedua guna menjaga stabilitas masyarakat.

“Kami minta data penerima tahap kedua segera diumumkan demi menjaga ketenangan warga,” ujarnya.

Rahmad menegaskan, kondisi saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.

“Ini sudah warning. Jika penantian panjang ini tidak segera diselesaikan, kami khawatir akan berujung pada konflik yang lebih luas,” pungkasnya. (csa)