Feature
Cara Cerdas Bupati Sibral Mamfaatkan Hari libur, Sehari Menyusuri Luka, Harapan, dan Kemanusiaan
Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi bersama Plt. Kadis Sosial Azhariyadi mengantarkan Jadup untuk Janda Lansia di Meureudu. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di saat sebagian orang memilih beristirahat, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, justru menjadikan hari libur sebagai ruang pengabdian bagi masyarkat.
Bergerak bersama Plt. Kepala Dinas Sosial, Azhariyadi, rombongan selama seharian penuh menempuh perjalanan panjang menyisir enam titik, dengan menjinjing sejumlah bantuan, empati, dan harapan bagi warga yang membutuhkan.
Perjalanan dimulai dari rumah sederhana seorang janda lansia berusia 89 tahun salah satu gampong di Meureudu yang sakit dan tak mampu mengambil bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
Tanpa protokoler berlebih, bantuan Rp1.350.000 dari Kementerian Sosial melalui Kantor Pos diantar langsung ke tangan yang berhak. Bagi sang lansia, kehadiran itu lebih dari sekadar bantuan materi, namun hal ini adalah penguat semangat hidup di tengah keterbatasan.
Langkah berlanjut ke Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Sisa luka longsor akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya masih terlihat di sepanjang Krueng Meureudu.
Menyusuri aliran sungai, Sibral meninjau tanggul jebol dan mendesak Balai Wilayah Sungai Sumatera I segera membangun tanggul permanen, memperluas, serta menormalisasi sungai guna mencegah ancaman banjir di masa depan.
Usai beristirahat sejenak, rombongan bergerak ke Gampong Meuraksa. Suasana duka menyelimuti keluarga korban kecelakaan tragis di Aceh Besar. Di sana, bantuan permakanan dan santunan diserahkan. Ini sebuah bentuk empati yang mencoba meringankan beban kehilangan.
Duka serupa juga ditemui di Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng. Dua anak kecil meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di tambak udang di kampungnya.
Kehadiran Bupati bersama Plt. Kadis Sosial dan Kabag Prokopim bersama rombongan menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Musibah ini adalah suratan takdir, namun kita harus tetap berikhtiar dan waspada menjaga keselamatan,” ujar Sibral, meneguhkan.
Di titik berikutnya, kemanusiaan diuji kembali. Seorang ODGJ dengan kondisi demam tinggi ditemukan di sekitar Pantai Meurah Seutia. Tanpa ragu, Sibral memerintahkan evakuasi ke RSUD Pidie Jaya.
Di sana, pasien tak hanya mendapat perawatan medis dari dr. Cut Fitri Annur, Sp.KJ, tetapi juga perlakuan yang memulihkan martabat: dimandikan, diberi pakaian layak, bahkan rambutnya dipangkas langsung oleh sang bupati.
Ia juga menginstruksikan penelusuran identitas pasien agar dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya, yang diduga berasal dari wilayah Lhokseumawe atau Bireuen.
Hari itu menjadi penegas bahwa pengabdian tak mengenal kalender. Di tengah hari libur, Sibral menunjukkan makna kepemimpinan yang hadir menyapa yang lemah, menguatkan yang berduka, dan memastikan tak ada yang luput dari perhatian. Sebuah perjalanan yang lebih dari sekadar kunjungan ini adalah potret kemanusiaan yang nyata. (*)







