04 Mei 2026
Kesehatan

Bupati Sibral Sambut Program Pengabdian Berdampak USK–UTM, untuk Pemulihan Mental Penyintas Bencana di Pidie Jaya

Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi. MA, S.Sos., ME menerima cendera matan dari ketua program pengabdian berdampak. | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDBupati Sibral Malasyi. MA menyambut langsung pelaksanaan Program Pengabdian Berdampak kolaborasi Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang difokuskan pada pemulihan kesehatan mental penyintas bencana hidrometeorologi di Pidie Jaya.

Selin Bupati bersam jajaran Dinkes Pidie Jaya, acara seremonial penyambutan yang berlangsung di Aula Puskesmas Meurah Dua, Senin (4/5) pagi, juga turut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Roslidar, S.T., M.Sc., IPM. ASEAN Eng. (Professor di bidang keahlian kecerdasan artifisial pada Teknik Biomedik), Dr. Hendrik Leo, S.T., M.T., Muharratul Mina Rizky, S.Kom., M.T., dan Dahlia, S.Psi, M.Sc.

Selanjutnya ada enam mahasiswa KKN dari prodi Teknik Elektro dan Psikologi serta tim Mitra dari Universiti Teknologi Malaysia adalah Dr. Norma Binti Alias, bersama mahasiswa risetnya.

Program yang berlangsung 4–6 Mei 2026 ini menghadirkan inovasi teknologi AI-powered EEG untuk mendeteksi tingkat kecemasan masyarakat terdampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Sibral menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.

“Pidie Jaya masih dalam tahap pemulihan. Selain infrastruktur, kesehatan mental warga menjadi perhatian serius. Program ini sangat penting untuk mengetahui tingkat kecemasan masyarakat secara ilmiah,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dipadukan dengan EEG sebagai langkah maju dalam deteksi dini gangguan kecemasan.

Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi yang adaptif.

“Ini bukan sekadar penelitian, tapi bentuk kepedulian nyata. Kami berharap program ini berkelanjutan dan ada transfer pengetahuan kepada tenaga lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa.

“Pengabdian ini mendukung program kesehatan jiwa di Pidie Jaya menuju Pijay bebas pasung. Dengan dukungan AI, kita bisa mengetahui tingkat kecemasan masyarakat terdampak bencana, termasuk para tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan mental telah mendapat pengakuan, di mana Bupati Pidie Jaya menerima penghargaan sebagai tokoh peduli kesehatan jiwa di Aceh.

Program kolaborasi USK–UTM ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan psikologis masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang. (*)