27 Agustus 2026
Kisah

Azrizal Hadir di Tengah Keterbatasan Beni, 50 Sak Semen untuk Rumah Impian Keluarga Miskin

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi sebuah gubuk reot di Gampong Rhieng Krueng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, keluarga Beni Marhanes selama bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan. Namun, di tengah kondisi serba kekurangan itu, mereka tetap bertahan, bekerja dan merawat harapan bahwa suatu hari akan memiliki rumah yang lebih layak untuk berlindung bersama keluarga.

Beni dikenal sebagai sosok yang ulet dan tidak mudah menyerah. Setiap hari ia berjualan es krim keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ketika dagangannya selesai, perjuangan belum berakhir. Beni masih menyempatkan diri mengarit rumput untuk lembu milik orang lain yang dititipkan kepadanya. Dari pekerjaan sederhana itulah, ia berusaha memastikan dapur rumah tetap mengepul.

Beni hidup bersama istrinya, Jessica Sari Lubis, seorang mualaf yang menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran. Mereka dikaruniai tiga anak, yakni Siti Fadilah, Gita Azzahra dan Rifka Khairuna. Selain itu, rumah sederhana mereka juga menjadi tempat berteduh bagi dua anak yatim, Aulia dan Rasya Habibi. Lima anak dan sepasang suami istri itu menjalani hari-hari dalam ruang yang jauh dari kata layak.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Jessica tetap mendampingi Beni melewati kerasnya kehidupan. Tidak banyak yang mereka miliki, tetapi kesabaran, keteguhan dan kasih sayang menjadi kekuatan untuk bertahan. Bagi keluarga ini, rumah bukan sekadar bangunan berdinding kokoh, melainkan tempat anak-anak tumbuh, tempat keluarga berkumpul dan tempat mereka menaruh harapan.

Harapan itu perlahan mulai menemukan jalannya setelah DPD BMU Pidie Jaya menggalang open donasi untuk pembangunan Rumah Layak Huni BMU-WPU 133 bagi keluarga Beni. Peletakan batu pertama bahkan telah dilakukan beberapa hari lalu oleh Ketua BMU Pusat, Abiya Jeunieb. Dari tangan banyak orang yang peduli, sebuah rumah yang sebelumnya hanya menjadi impian kini mulai dibangun menjadi kenyataan.

Sebelumnya, Beni kerap menyampaikan keluh kesahnya kepada Anggota DPRK Pidie Jaya, Azrizal Syahputra, terkait keinginannya mendapatkan rumah layak huni. Azrizal yang dikenal peduli terhadap masyarakat kecil itu pun sempat berupaya memfasilitasi Beni ke sejumlah lembaga, termasuk BMK. Kini, ikhtiar tersebut menemukan titik terang melalui program sosial BMU Pidie Jaya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah tersebut, Azrizal dari Partai PAS Aceh, Kamis (27/8/2026), menyerahkan bantuan 50 sak semen Andalas untuk pembangunan rumah Beni. “Alhamdulillah, Bang Beni sudah terbantu dengan program BMU Pusat dan BMU Pidie Jaya. Saya mendukung penuh kegiatan BMU. Hari ini saya mendonasikan 50 sak semen Andalas untuk Beni Marhanes,” ujar Azrizal.

Bagi Azrizal, membantu keluarga Beni bukan sekadar menyerahkan material bangunan. Ada pesan kemanusiaan yang ingin terus ia hidupkan. “Berbuat baik itu tidak harus menunggu waktu. Berbuat baiklah selagi ada waktu,” katanya.

Azrizal mengingatkan bahwa kebaikan tidak semestinya menunggu musim politik, kekayaan atau kesempatan besar. Sebab, waktu terus berjalan, masa muda akan berganti tua, masa sehat dapat berganti sakit, masa kaya bisa berganti kefakiran, masa luang berubah menjadi kesibukan, dan pada akhirnya kehidupan akan sampai pada kematian.

Bagi keluarga Beni, kebaikan yang datang hari ini bukan hanya 50 sak semen, tetapi sebuah tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada tangan-tangan yang bersedia mengetuk pintu dan berkata "kalian tidak sendirian". (**)