09 April 2026
Daerah

Akselerasi Kinerja, Bupati Pidie Jaya Rakit Ulang Mesin Pemerintahan, 21 Pejabat Dilantik

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi tengah situasi banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya,Rabu malam (8/4), Pemerintah Kabupaten tetap melaksanakan agenda penting pemerintahan. Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA, melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat eselon II di lingkungan pemerintah setempat di Aula Cot Trieng III.

Sebanyak 21 pejabat eselon II dirombak dalam satu keputusan strategis yang tidak hanya bernuansa rotasi, tetapi juga penataan ulang arah kekuasaan administratif di tubuh pemerintah daerah. Keputusan Bupati Nomor 800.1.3/14/JPT/2026 tertanggal 8 April 2026 menjadi dasar pergeseran besar tersebut.

Ini bukan sekadar mutasi, melainkan rekayasa ulang arsitektur birokrasi untuk menjawab tantangan krisis, mempercepat pelayanan publik, serta mengisi posisi strategis dengan figur yang dianggap paling relevan dengan kebutuhan saat ini.

Dari lingkar inti Sekretariat Daerah, sejumlah pejabat kunci “diturunkan” ke medan teknis. Said Abdullah, S.H., M.K.M kini memimpin Dinas Syariat Islam, Saiful, M.Pd dipercaya menggerakkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, sementara T. Samsul Bakri, S.Pd mengisi kursi Kepala Dinas Pendidikan Dayah. Langkah ini mencerminkan dorongan kuat agar kebijakan tidak berhenti di meja, tetapi menjelma aksi nyata di lapangan.

Sebaliknya, para kepala dinas dengan pengalaman teknis ditarik ke pusat kendali kebijakan. drh. Muzakkir, M.M kini menjabat Asisten Pemerintahan, Ir. Orizal Safitri, S.T., M.T sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Helmi, S.STP., M.Si sebagai Asisten Administrasi Umum. Manfarijah, SKM juga digeser menjadi Staf Ahli, memperkuat dimensi strategis dalam pengambilan keputusan.

Di level operasional, pergeseran antar-SKPK berlangsung agresif dan terukur. T. Muhalil, SE., Ak, M.Si, kini memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rusli, S.Pd., M.Pd beralih menjadi Staf Ahli, Hasbi, SE menakhodai Disperindagkop, sementara Dr. Fajriman, Sp.S., M.Si.Med kini berada di posisi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, posisi yang sarat pengaruh dalam arah kebijakan daerah.

Sementara itu, wajah baru juga muncul di sektor perencanaan dan sumber daya. Dr. Yandi Yusnandar, S.T., M.T dipercaya sebagai Kepala Bappeda, Fajri, S.Pi memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan, Syukri, S.Pd., M.M mengisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dahlan, SE memimpin Disporapar, Muhammad Nur, S.T di Dinas Lingkungan Hidup, serta Saifuddin, M.Pd di Badan Kesbangpol.

Meski demikian, beberapa figur tetap dipertahankan sebagai jangkar stabilitas birokrasi. Teuku Muslem, SE tetap di Badan Pengelolaan Keuangan, Eddy Azwar, SKM., M.Kes di Dinas Kesehatan dan KB, Dr. Rizal Fikar, S.T., M.M di Dinas Perhubungan, serta Islamuddin, M.Pd di Dinas Pertanahan, menandakan adanya keseimbangan antara perubahan dan kesinambungan.

Perombakan ini menjadi penanda arah baru kepemimpinan Sibral Malasyi - Hasan Basri, birokrasi tidak lagi sekadar administratif, tetapi harus lincah, responsif, dan siap menghadapi tekanan krisis. Di tengah banjir yang menguji ketahanan daerah, publik kini menunggu satu hal apakah “mesin baru” ini benar-benar mampu bergerak lebih cepat dari sebelumnya. (**)