Dinsos P3A Pidie Jaya Sasar 8 Kecamatan Cari Anak Miskin Ekstrem untuk Dapatkan Akses Pendidikan
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Demi memastikan tidak ada anak terpinggirkan dari pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya gencar melakukan pendataan menyeluruh. Jajaran Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) kini turun langsung ke lapangan menyisir seluruh desa di 8 kecamatan, guna menjangkau anak-anak putus sekolah yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau masuk kategori desil 1.
Langkah ini merupakan persiapan matang menyambut Program Sekolah Rakyat tahun 2026. Sebuah program strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia. Tujuan utamanya membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan, agar mereka tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan layak.
Kadis Dinsos P3A Pidie Jaya, Azhariadi, S.Pi, MM, mengatakan, tim lapangan melakukan verifikasi ketat dengan mendatangi langsung rumah warga, berdialog dengan aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta keluarga calon peserta. Mereka memastikan data yang dikumpulkan akurat dan valid, meliputi anak usia SD, SMP, hingga SMA yang telah berhenti bersekolah dan benar-benar memenuhi syarat ekonomi sebagai sasaran utama program.
Bupati Pidie Jaya menginstruksikan agar pendataan dilakukan secara menyeluruh tanpa kecuali. Upaya ini bukan sekadar memenuhi target, melainkan bentuk komitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Pemerintah daerah menargetkan sebanyak 90 anak akan menjadi peserta tahun ini, dengan pembagian yang seimbang, masing-masing 30 anak untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kuota tersebut pun dibagi proporsional ke setiap kecamatan agar kesempatan merata, sebut Azhariadi.
Adapun syarat utama penerima manfaat adalah anak yang sudah putus sekolah, berasal dari keluarga desil 1, berdomisili di wilayah Pidie Jaya, serta diprioritaskan bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan secara sosial dan ekonomi. Pemerintah juga membuka pintu partisipasi luas: masyarakat, aparatur desa, hingga tokoh masyarakat diminta aktif memberikan informasi jika mengetahui anak yang memenuhi kriteria tersebut agar segera didata.
Dengan hadirnya Program Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan belajar kembali. Pendidikan yang layak diharapkan menjadi jembatan mengubah nasib mereka, membuka masa depan yang lebih cerah, sekaligus mendongkrak kesejahteraan keluarga, pungkas Azhariadi. (**)







