35 Jurnalis Pidie Jaya Bukber Owner Socollate
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Momen kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Owner Socollate Pidie Jaya bersama puluhan jurnalis di sebuah warung kopi di Kota Meureudu, Rabu (18/3/2026).
Sebanyak 35 jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Pidie Jaya berkumpul dalam suasana sederhana di Warkop Ketua Kopi, Kota Meureudu. Meski berlangsung tanpa kemewahan, momen buka puasa bersama tersebut berlangsung penuh keakraban dan antusiasme.
Owner Socollate Pidie Jaya, Irwan Ibrahim, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para awak media yang selama ini terus menjaga silaturahmi dengan dirinya sebagai pelaku usaha di daerah tersebut.
Ia mengatakan, kegiatan buka puasa bersama itu sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun karena kesibukan masing-masing, terutama para jurnalis yang disibukkan dengan berbagai aktivitas peliputan, baru dapat terlaksana pada akhir Ramadan tahun ini.
“Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang sudah meluangkan waktu hadir. Sebenarnya momen ini sudah lama kami rencanakan untuk bisa berbuka puasa bersama para kuli tinta di Pidie Jaya,” ujar Irwan.
Menurutnya, kebersamaan tersebut memiliki makna tersendiri, terlebih bagi para jurnalis yang selama ini banyak terlibat dalam pemberitaan berbagai peristiwa penting di Pidie Jaya, termasuk saat daerah itu dilanda bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.
Kesibukan meliput berbagai kejadian di lapangan membuat para jurnalis jarang memiliki waktu untuk berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana santai.
Sementara itu, salah seorang jurnalis, Riski, juga menyampaikan apresiasi kepada Owner Socollate yang telah menginisiasi kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan langka bagi para jurnalis untuk berkumpul dan berbincang santai setelah sekian lama disibukkan dengan aktivitas peliputan.
“Ini momen yang sangat kami tunggu. Biasanya kami hanya bertemu di lapangan saat meliput. Jarang sekali bisa duduk santai bersama seperti ini,” kata Riski.
Ia menambahkan, meskipun hidangan yang disajikan sederhana, namun kebersamaan dan kehangatan dalam kegiatan tersebut menjadi nilai yang paling berkesan bagi para jurnalis.
“Yang penting bukan menunya, tapi kebersamaan. Kami bisa berkumpul, berbagi cerita, dan mengenang pengalaman saat meliput bencana di Pidie Jaya,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama itu pun berlangsung hangat hingga malam hari, diisi dengan obrolan santai, tawa, serta cerita pengalaman para jurnalis selama menjalankan tugas peliputan di daerah tersebut. (**)







