07 November 2026
Mimbar Islam
MIMBAR JUMA'T

Ustadz Rabudin Sampaikan Tiga Pesan Penting dalam Khutbah Jumat di Masjid Al-Huda Danau Bungara

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Pelaksanaan shalat Jumat berjamaah merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki muslim yang telah memenuhi syarat. Dengan ketentuan jumlah jamaah sekurang-kurangnya 40 orang laki-laki dan berada dalam wilayah desa tempat tinggal, maka kewajiban melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah harus ditunaikan.

Pelaksanaan shalat Jumat berlangsung sesuai dengan ketentuan dan rukun Jumat sebagaimana mestinya. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Al-Huda, Desa Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (6/11/2026).

Dalam khutbahnya, Ustadz Rabudin menyampaikan tiga pesan penting kepada jamaah. Dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur'an, hadis Nabi, serta penjelasan dari kitab-kitab keislaman, ia kemudian menguraikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari melalui berbagai perumpamaan yang relevan dengan kondisi zaman sekarang.

Jamaah tampak hening dan khusyuk mendengarkan setiap pesan yang disampaikan khatib. Materi khutbah disampaikan secara singkat dan padat, dengan mengangkat berbagai persoalan kehidupan yang nyata dan telah dirasakan masyarakat.

Pertama, saling mengingatkan dalam kebaikan. Ustadz Rabudin mengajak jamaah untuk senantiasa menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, membangun rasa empati, serta membiasakan diri saling menyapa dan mengingatkan dalam kebaikan.

Menurutnya, kehidupan di dunia tidak berlangsung selamanya. Kematian bisa datang kapan saja. Karena itu, selama nafas masih berembus, setiap manusia hendaknya senantiasa mengingat Allah SWT dan memperbanyak amal kebaikan.

Kedua, menjaga keluarga. Ia mengingatkan bahwa perkembangan zaman telah membawa berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga, terutama terkait pergaulan bebas. Saat ini, masih banyak orang tua yang membiarkan anak gadisnya dibonceng oleh pemuda yang bukan mahramnya. Bahkan, ada pula yang membiarkan anak perempuan atau istrinya keluar rumah tanpa jilbab sehingga aurat terbuka, serta membiarkan anak laki-laki pulang hingga larut malam.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman bagi keharmonisan dan keselamatan keluarga. Karena itu, ia mengajak para suami untuk menyelamatkan keluarganya dari api neraka. Tanggung jawab seorang suami sangat besar karena ia merupakan pemimpin dalam rumah tangga.

Ustadz Rabudin juga mengingatkan agar setiap anggota keluarga dinasihati dengan cara yang baik serta diajak menghadiri majelis pengajian, sehingga memperoleh pencerahan dan pemahaman yang lebih baik tentang ilmu agama.

Ketiga, menjauhi narkoba dan judi online. Ia mengingatkan bahwa bahaya narkoba dan judi online kini telah menyasar hingga ke pelosok desa. Kedua perbuatan tersebut jelas membawa banyak mudarat, mulai dari berhadapan dengan persoalan hukum hingga ancaman siksa di akhirat.

Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memperbaiki diri dan kembali ke jalan Allah SWT. Pintu tobat Allah sangat luas bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin berubah. Dengan memperbanyak amal kebaikan, diharapkan keberkahan senantiasa turun dalam kehidupan.

Di akhir khutbah, Ustadz Rabudin kembali mengingatkan jamaah agar saling peduli dan tidak membiarkan sanak saudara melakukan kesalahan. Jika melihat ada yang berbuat keliru, hendaknya ditegur, dinasihati, dan diajak kembali ke jalan kebaikan.

Ia juga mengajak kaum laki-laki untuk lebih bersemangat memakmurkan masjid dengan melaksanakan shalat berjamaah lima waktu, terutama shalat Subuh. Ia berharap saf-saf di masjid dapat terus dipenuhi oleh jamaah.

Dengan mengumandangkan takbir, Allahu Akbar, ia mengingatkan bahwa keberkahan dan rahmat Allah SWT senantiasa diharapkan turun bagi umat yang menjaga ibadah dan memakmurkan rumah-Nya. (Khairi)