Tausiyah di Musalla Nurul Iman, Ustadz Faizal Andriansyah Rinci Keutamaan Ramadhan dan Al Quran
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Jamaah Musalla Nurul Iman, Dusun Merak, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh, mengikuti ceramah Ramadhan yang berlangsung setelah salat Isya sebelum shalat tarawih dan witir pada Rabu malam (11/3/2026). Ceramah tersebut disampaikan oleh Ustadz Ir. Faizal Andriansyah, M.Si.
Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan 62 tahun lalu ini, mengangkat tema tentang keutamaan bulan Ramadhan, kemuliaan Al-Qur’an, serta pentingnya memaksimalkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam tausiyahnya, Ust Faizal menjelaskan bahwa Ramadhan memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Beliau menjelaskan sesuai dengan Al Quran Surah At Taubah ayat 36 bahwa dalam Islam dalam setahun terdapat 12 bulan dan empat bulan diantaranya dimuliakan oleh Allah SWT atau disebut bulan Haram yaitu Dzulqa’dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
“Meski Ramadhan tidak termasuk dalam empat bulan haram tersebut, tetapi bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yang sangat besar bahkan disebut sebagai Saiyidus Syuhur atau penghulu bulan karena pada bulan inilah diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa begitu mulianya bulan ini, Ramadhan satu-satunya nama bulan yang disebutkan langsung dalam Al Quran, yaitu pada Surah Al-Baqarah ayat 185.
“Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ yang tetap terjaga hingga sekarang. Berbeda dengan mukjizat para nabi sebelumnya yang hanya terjadi pada masa tertentu, Al-Qur’an tetap hidup walaupun generasi dan penemuan modern terus berlangsung,” ujar Ust Faizal di hadapan jamaah.
Ia menekankan bahwa umat Islam perlu menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an memiliki kemuliaan. “Tangan yang memegang Al-Qur’an, lisan yang membacanya, dan telinga yang mendengarkannya akan dimuliakan oleh Allah. Karena itu, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Dalam kesempatan ini, Ust Faiza mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan. Malam-malam tersebut memiliki keutamaan besar karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
“Rasulullah ﷺ meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya untuk beribadah. Ini menjadi teladan bagi kita untuk memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah,” ujarnya.
Pada bagian akhir ceramah Ustadz Faizal berbagi pengalaman dan pandangan tentang bagaimana Al-Qur'an dan Bulan Ramadhan mampu menjangkau masa lalu, masa kini dan masa depan melalui amal ibadah.
"Dengan ibadah di bulan Ramadhan, kita bisa menjangkau amal ribuan tahun di masa depan kita dalam satu malam yaitu malam laylatul qadar nilainya lebih baik dari seribu bulan, menjangkau masa lalu yaitu dapat menghapus dosa, sedangkan untuk masa sekarang ibadah dalam bulan ramadhan dapat memperkuat keimanan, serta membuka pintu rahmat Allah bagi kita semua.” tutupnya.
Kegiatan tausiyah ini merupakan agenda rutin pengurus Musalla Nurul Iman sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahanan agama bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (MS)









