Dokumenter Pesta Babi
Satu Layar Dilarang, Sepuluh Layar Membentang, Nobar Pesta Babi Kian Tak Terbendung
Foto : Dok. Google Image | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Gelombang penolakan terhadap pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" justru berubah menjadi gelombang perlawanan publik yang kian meluas di berbagai daerah Indonesia. Film yang diproduksi Watchdoc itu kini ramai diputar melalui agenda nonton bareng (nobar) secara mandiri oleh komunitas, mahasiswa, pegiat sosial hingga warga di kampung-kampung. Larangan di sejumlah tempat tidak membuat pemutaran berhenti, malah memantik solidaritas baru di tengah masyarakat.
Pada Kamis, 14 Mei 2026, sedikitnya tercatat 130 titik nobar Pesta Babi berlangsung serentak di berbagai wilayah. Pemutaran dilakukan secara sederhana di warung kopi, halaman rumah warga, sekretariat organisasi hingga ruang diskusi alternatif.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana publik justru semakin penasaran terhadap isi dokumenter yang disebut-sebut mengangkat kritik sosial secara tajam dan menyentuh persoalan rakyat kecil.
Dalam pernyataannya Watchdoc menyebut upaya pembatasan pemutaran film itu malah menjadi bahan bakar penyebaran yang lebih luas. “Satu layar dilarang, sepuluh layar membentang. Semakin dilarang, semakin menyebar,” tulis Watchdoc melalui media sosial resminya. Film tersebut kini ramai dibagikan warganet dan menjadi simbol perlawanan terhadap pembatasan ruang berekspresi serta hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Di sejumlah daerah, nobar Pesta Babi tidak hanya menjadi ajang menonton film dokumenter, tetapi juga ruang diskusi publik yang membahas kondisi sosial, ketimpangan hingga kebebasan demokrasi.
Banyak peserta nobar mengaku ingin melihat langsung substansi film tersebut setelah ramai menjadi perbincangan nasional. Sebagian lainnya menilai pelarangan terhadap karya dokumenter justru memperlihatkan semakin sempitnya ruang kritik di tengah masyarakat.
Di tengah derasnya arus hiburan digital, Pesta Babi muncul sebagai dokumenter yang menggugah kesadaran publik. Dari layar-layar kecil di kampung hingga ruang komunitas di kota, film ini terus bergerak dari tangan ke tangan dan dari satu forum ke forum lainnya. Gelombang nobar yang terus membesar memperlihatkan bahwa suara publik tidak mudah dihentikan hanya dengan pelarangan.
Bagi masyarakat atau komunitas yang ingin ikut menggelar nobar Pesta Babi, panitia membuka pendaftaran secara daring melalui tautan: http://bit.ly/musimnobar_pestababi
Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui narahubung di nomor 0823-2301-8859. Di tengah kontroversi yang terus berkembang, satu pesan tampaknya semakin kuat terdengar, semakin ditekan, film ini justru semakin menyebar luas di tengah masyarakat. (**)




.jpg)

