23 Februari 2026
Daerah
BANJIR PIDIE JAYA

Ribuan KK Korban Banjir Pidie Jaya Menanti Jadup yang Tak Kunjung Cair

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Ribuan kepela keluarga (KK) korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai mempertanyakan kejelasan pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial RI. Hingga memasuki bulan suci Ramadhan, bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp15.000 per hari yang dijanjikan pemerintah pusat kepada warga terdampak disebut belum juga cair. Kondisi ini memicu keresahan di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, Sabtu (22/2).

Rizal, warga Lhoknga, Gampong Mesjid Tuha, mengaku heran karena sudah tiga bulan bantuan tersebut tak kunjung cair. “Sudah tiga bulan belum cair di Pidie Jaya, sementara di kabupaten lain sudah ada yang menerima, apalagi sekarang bulan Ramadhan,” ujarnya. Ia menyebut alasan yang disampaikan selama ini masih seputar persoalan klasik, mulai dari kelengkapan data hingga proses verifikasi di pusat.

Hal senada disampaikan Bang Jal, pedagang kuliner di Kota Meureudu. Menurutnya, ketidakjelasan jadwal pencairan jadup semakin menekan ekonomi warga terdampak banjir. “Ekonomi warga sudah sulit, apalagi usaha juga belum sepenuhnya pulih. Bantuan jadup ini sangat dibutuhkan, tapi sampai sekarang belum jelas kapan cairnya,” katanya.

Sejumlah ibu rumah tangga yang ditemui di salah satu gampong terdampak juga menyuarakan harapan serupa. Di tengah aktivitas menyiapkan kebutuhan berbuka puasa di sudut pos jaga, mereka berharap bantuan segera direalisasikan. “Kebutuhan di bulan Ramadhan ini meningkat, belum lagi nanti kebutuhan lebaran anak-anak. Jadup itu harapan kami korban bencana. Kami menunggu karena sudah dijanjikan,” ujar Kanaria, yang diamini ibu-ibu lainnya.

Warga menilai bantuan tersebut sangat berarti untuk menopang kebutuhan dasar sehari-hari pascabanjir. Selain kehilangan harta benda, sebagian masyarakat masih berjuang memulihkan kondisi tempat tinggal dan sumber penghasilan. Mereka berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap keterlambatan pencairan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos P3A Pidie Jaya menyatakan seluruh data korban telah dikirimkan ke Kementerian Sosial. “Semua data sudah dikirim ke Kemensos. Kalau mengenai kapan dicairkan, saya tidak tahu. Coba tanya saja ke Pak Kadis,” ujarnya singkat. Pernyataan itu pun menambah tanda tanya di tengah penantian panjang para korban banjir di Pidie Jaya. (**)