22 Februari 2026
Opini

Ramadan, Doa, dan Solidaritas untuk Palestina

OPINI - Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan ruang perenungan bagi setiap insan beriman. Di bulan yang penuh rahmat ini, kita diajak bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk memperkuat empati dan kepedulian terhadap sesama.

Di tengah suasana ibadah yang khusyuk di Aceh, bahkan saat sebagian masyarakat masih menghadapi ujian banjir dan kesulitan ekonomi, hati kita tidak boleh terlepas dari penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Hingga hari ini, rakyat Palestina masih menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan dengan Israel. Rumah-rumah hancur, fasilitas kesehatan lumpuh, dan anak-anak menjalani Ramadan dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Ramadan mengajarkan bahwa penderitaan orang lain adalah panggilan bagi nurani kita. Saat kita menikmati hidangan berbuka dalam suasana aman, ada keluarga di Gaza yang berbuka dengan keterbatasan pangan dan air bersih. Saat kita menunaikan tarawih dengan tenang, ada saudara kita yang beribadah di antara reruntuhan.

MPP mengajak seluruh rakyat Aceh untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum solidaritas. Solidaritas tidak selalu harus dalam bentuk besar dan megah. Ia bisa dimulai dari doa yang tulus, dari kepedulian yang konsisten, dan dari langkah kecil berbagi sesuai kemampuan.

Pertama, mari kita kuatkan doa di setiap sujud dan munajat malam. Doa adalah kekuatan spiritual yang melintasi batas negara dan bahasa.
Kedua, mari kita hidupkan kepedulian sosial melalui sedekah dan dukungan kemanusiaan yang terorganisir dan bertanggung jawab.
Ketiga, mari kita jaga persatuan dan kedamaian di tanah Aceh, karena dari masyarakat yang rukun lahir solidaritas yang kokoh.

Aceh memiliki sejarah panjang tentang ketabahan menghadapi ujian. Kita pernah merasakan konflik dan bencana besar. Dari pengalaman itu, kita belajar bahwa dukungan moral dan doa dari saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia sangat berarti. Kini, giliran kita menjaga bara kepedulian itu tetap menyala.

Ramadan bukan hanya ibadah individual, tetapi juga komitmen sosial. Jangan biarkan jarak mematikan empati. Jangan biarkan kesibukan meredupkan solidaritas.

Dari Aceh untuk Palestina doa yang tak pernah putus, solidaritas yang tak pernah padam.

Banjir boleh menguji kita, tetapi kepedulian tidak boleh surut.
Doa dari Aceh untuk Palestina, semoga menjadi cahaya harapan di tanah yang dirundung duka.

Oleh. Fakhrurrazi,M.Si
Penulis adalah Aktivis Sosial dan Kemanusiaan berdomisili di Pidie Jaya