Distanpang
Pulihkan Ekonomi Petani Pasca Bencana, BI dan Pemkab Pidie Jaya Kembangkan Sentra Bawang Merah
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Upaya pemulihkan sektor pertanian yang dihantam banjir bandang, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menghadirkan secercah harapan bagi petani melalui pengembangan budidaya bawang merah sebagai pilot project pemulihan ekonomi berbasis pertanian untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setelah ratusan hektare sawah terdampak bencana.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, mengatakan bahwa program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi bawang merah, melainkan membangun model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat menjadi contoh bagi daerah terdampak bencana.
"Kita ingin menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana. Jangan sampai setelah bencana aktivitas ekonomi berhenti. Potensi lahan yang masih bisa dimanfaatkan harus segera digerakkan," ujar Agus.
Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, menyampaikan bahwa pembinaan yang dilakukan Bank Indonesia merupakan bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah. Menurutnya, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dipilih sebagai lokasi percontohan agar proses pemulihan ekonomi dapat dimulai dari wilayah yang paling membutuhkan.
Munawar menambahkan, setelah program percontohan menunjukkan hasil yang baik, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan memperluas penanaman bawang merah serta berbagai komoditas palawija ke kawasan terdampak lainnya untuk mengembalikan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, M. Nur, SP, M.Si, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang dinilai menjadi energi baru bagi petani untuk kembali mengolah lahan mereka. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian yang sempat lumpuh akibat banjir.
Dia berharap model pemberdayaan ini dapat direplikasi secara lebih luas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani di akar rumput. Dengan lahan kembali produktif, ekonomi keluarga petani diharapkan bangkit, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat terus meningkat. (**)







