BANJIR PIDIE JAYA
Posko Induk Korban Banjir Pidie Jaya di Gedung MTQ, Harapan Terakhir Ribuan Korban Banjir
Foto : Gedung MTQ Komplek Perkantoran Bupati Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Di tengah kepungan air dan lumpur yang menelan rumah, harta benda, bahkan harapan, Gedung MTQ di komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya kini menjelma menjadi benteng terakhir bagi ribuan warga korban banjir. Di tempat inilah Posko Induk Tanggap Darurat Pidie Jaya berdiri siang dan malam, menjadi nadi kemanusiaan yang mencoba mengalirkan pertolongan di saat segalanya terasa runtuh.
Tangis anak-anak, wajah lelah para ibu, dan tatapan kosong para kepala keluarga dan kepala desa menjadi pemandangan sehari-hari di posko ini. Mereka datang bukan membawa apa-apa selain pakaian di badan dan rasa cemas akan hari esok. Banjir yang datang tanpa telah meluluhlantakkan tempat tinggal, memutus mata pencaharian, dan menyisakan luka batin yang belum tentu hilang dalam waktu singkat.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Muhammad Nur, ST, menyebut bahwa kondisi lapangan masih sangat membutuhkan uluran tangan banyak pihak. Logistik pangan, air bersih, obat-obatan, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan perempuan dan lansia terus menipis, sementara jumlah pengungsi belum berkurang secara signifikan. “Kami berjuang semampu yang kami bisa, tapi Pidie Jaya tidak bisa berdiri sendiri menghadapi bencana sebesar ini,” ujarnya.
Posko induk di Gedung MTQ bukan sekadar tempat distribusi bantuan. Ia telah menjadi rumah sementara, tempat mengadu, dan ruang menyusun harapan. Di bawah atap yang sama, para relawan bekerja siang malam tanpa lelah menyapa para pengungsi agar tetap tersenyum, dan meyakinkan bahwa mereka tidak sendirian.
Pemerintah, lembaga sosial, perusahaan, dan para dermawan di manapun berada, Pidie Jaya mengetuk pintu hati Anda. Setiap bantuan adalah nyawa. Setiap paket makanan adalah harapan. Setiap selimut adalah kehangatan bagi mereka yang kehilangan segalanya. Mari bergandeng tangan, karena bencana ini terlalu besar untuk dihadapi sendiri, tetapi akan terasa lebih ringan jika ditanggung bersama. (**)









