28 Februari 2026
Daerah

Polemik Bantuan Stimulan Kemensos di Kuta Trieng, Warga Minta Transparansi Data Penerima

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Polemik penyaluran bantuan stimulan kembali mencuat di Gampong Kuta Trieng. Sejumlah warga mengaku kecewa karena bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak dan memiliki rumah dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Isu ini berkembang setelah muncul dugaan adanya penerima bantuan yang disebut-sebut tidak memiliki rumah di gampong tersebut.

Umar Muhktar, salah seorang warga Gampong Kuta Trieng, mempertanyakan mekanisme pendataan dan verifikasi penerima bantuan. Ia menilai proses penetapan daftar penerima manfaat perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Yang punya rumah dan benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan bantuan stimulan. Anehnya, yang tidak memiliki rumah di sini justru tercatat sebagai penerima dana stimulan dari Kemensos. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujarnya kepada wartawan, Jumat Malam (27/2).

Menurut Umar, kondisi tersebut telah memicu keresahan dan kecemburuan sosial di kalangan warga. Ia berharap aparatur gampong dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai dasar dan kriteria penetapan penerima bantuan, sehingga masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terjebak dalam asumsi yang berkembang.

Sejumlah warga lainnya juga meminta agar pemerintah melakukan evaluasi ulang terhadap data penerima bantuan stimulan di Gampong Kuta Trieng. Mereka menilai transparansi dan akuntabilitas sangat penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran, serta tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari. Verifikasi lapangan dinilai perlu dilakukan kembali guna memastikan keakuratan data.

Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan klarifikasi serta peninjauan ulang terhadap daftar penerima. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan hak warga yang memenuhi syarat dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Keuchik Gampong Kuta Trieng, Rusli, membantah adanya penerima manfaat yang tidak memiliki rumah di gampong tersebut. Ia menyebut seluruh proses pengusulan telah dilakukan sesuai arahan dari pihak kabupaten. “Semua sudah kita usulkan. Hanya saja masih tersisa 22 kepala keluarga, termasuk Umar Mukhtar. Kami mohon bersabar, kita berharap bisa masuk pada tahap kedua,” jelasnya. (**)