06 Mei 2026
Nasional

Perdana di Aceh, Ratusan KK Korban Banjir Pidie Jaya Terima Bantuan Stimulan Rumah Rusak Sedang

Foto : Wakaposko Wilayah Aceh Satgas PRRP Sumatera/Deputi BNPP Kemendagri Dr. Nurdin menyerahkan secara simbolis buku tabungan bantuan stimulan rumah rusak sedang yang bersamaan dengan Bupati Sibral dan para Forkopimda setempat | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPerdana di Aceh, ratusan kepala keluarga (KK) korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya mulai menerima bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak sedang tahap 1.

Penyerahan simbolis buku tabungan bantuan tersebut, dilakukan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, di Aula Bappeda, Selasa (5/5).

Semua data penerima telah diverifikasi dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor 129 Tahun 2026.

Dari total 282 KK korban banjir dan longsor itu, sejumlah 269 KK telah menerima buku tabungan, satu KK tercatat meninggal dunia (dialihkan kepada ahli waris), dan 12 KK lainnya masih dalam proses karena belum menyelesaikan asesmen perbankan di Bank BSI.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakaposko Wilayah Aceh Satgas PRRP Sumatera/Deputi BNPP Kemendagri Dr. Nurdin, perwakilan BNPB, Kepala BPBA Bahron Bakti, unsur Forkopimda Pidie Jaya, para asisten, serta kepala SKPK.

Bupati Sibral menyatakan, penyaluran bantuan ini merupakan langkah konkret percepatan pemulihan pascabencana, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal masyarakat terdampak.

Ia menegaskan rumah memiliki peran penting sebagai pusat kehidupan keluarga. Dan juga mengingatkan agar bantuan digunakan tepat sasaran serta memperhatikan kualitas bangunan agar lebih tahan terhadap risiko bencana di masa mendatang. 

“Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan pusat kehidupan keluarga. Bantuan ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat perbaikan rumah agar kembali layak huni,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mempercepat penyaluran bantuan hingga seluruh masyarakat terdampak dapat terakomodasi.

Bupati juga menyampaikan duka cita atas penerima bantuan yang meninggal dunia dan memastikan pemerintah akan menindaklanjuti hak-hak yang bersangkutan sesuai ketentuan agar tetap bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Bupati berharap program ini dapat mempercepat rehabilitasi rumah warga dan memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat gotong royong dalam proses pemulihan.

“Pemulihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan, kita akan lebih kuat dan tangguh menghadapi bencana ke depan,” pungkasnya.Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, menjelaskan bantuan tahap pertama difokuskan pada wilayah paling terdampak, yakni Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.

Untuk tahap selanjutnya, pemerintah masih melakukan verifikasi lanjutan dengan rencana penyaluran kepada sekitar 1.500 KK secara bertahap.

Secara keseluruhan, jumlah rumah terdampak bencana di Pidie Jaya mencapai lebih dari 20 ribu unit, dengan sekitar 16 ribu mengalami kerusakan ringan dan sedang, serta sisanya rusak berat.

Setiap penerima bantuan rumah rusak sedang memperoleh dana stimulan sebesar Rp30 juta per KK, dengan waktu pencairan dan pelaporan selama tiga bulan melalui rekomendasi BPBD Pidie Jaya. Jika dana bantuan itu tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tersebut, dana akan ditarik kembali oleh pemerintah," terang Okta

Adapun bantuan diberikan kepada 282 KK yang tersebar di tujuh gampong, yakni, Gampong Beurawang 90 KK, Meunasah Lhok 83 KK, Manyang Cut 41 KK, Meunasah Bie 25 KK, Blang Cut 18 KK, Blang Awe 14 KK dan Dayah Usen 11 KK,” rincinya. (*)