BANJIR PIDIE JAYA
Kevin Fahlevi Hasan Desak Pemkab Pidie Jaya Jaga Stabilitas Harga, Jangan Bebani Korban Banjir
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Wakil Ketua I DPRK Pidie Jaya, Kevin Fahlevi Hasan, MM, mengimbau seluruh pelaku usaha di Kabupaten Pidie Jaya agar tidak menaikkan harga bahan pokok selama masa tanggap darurat bencana banjir. Di saat masyarakat sedang berjuang memulihkan hidup dari dampak bencana, lonjakan harga dinilai hanya akan menambah beban penderitaan warga yang sudah kehilangan banyak hal.
Kevin mengatakan, kondisi darurat seharusnya menjadi momen untuk memperkuat empati, bukan justru mengambil keuntungan dari kesulitan orang lain. “Pengungsi sudah sangat menderita, jangan lagi dicekik dengan harga barang yang melambung tinggi,” tegasnya. Ia menilai, stabilitas harga di tengah bencana adalah bagian dari tanggung jawab moral seluruh pelaku ekonomi.
Dalam pernyataannya, Kevin juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk segera membentuk tim monitoring harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi. Menurutnya, pemerintah tidak boleh pasif dan menunggu keluhan rakyat, melainkan harus hadir secara aktif mengawasi peredaran barang dan fluktuasi harga.
Ia menekankan, keseimbangan harga selama masa darurat harus dijaga agar daya beli masyarakat tidak runtuh. Jika harga dibiarkan meroket tanpa kontrol, maka bukan hanya pengungsi yang terdampak, tetapi juga warga lain yang sedang berjuang membersihkan rumah dari lumpur dan memulai kembali aktivitas ekonominya.
Kevin turut mengingatkan pelaku usaha agar menghargai para relawan dan dermawan dari luar daerah yang datang membantu Pidie Jaya. Menurutnya, akan sangat ironis bila di satu sisi banyak pihak menyalurkan bantuan kemanusiaan, sementara di sisi lain ada yang justru memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.
“Pedagang jangan menaikkan harga suka-suka. Kasihan saudara-saudara kita yang masih di posko pengungsian dan rumah-rumah yang belum sepenuhnya bersih dari lumpur,” tutup Kevin. Ia berharap, semangat gotong royong dan solidaritas sosial menjadi kekuatan utama Pidie Jaya untuk bangkit, bukan praktik dagang yang justru memperdalam luka korban banjir. (**)









