Kesbangpol Aceh Perkuat Sinergi Penanganan Konflik Sosial di Pidie Jaya
Foto : Peaerta dari berbagai unsur mengikuti dialog capaian penanganan konflik sosial di ruang rapat Bakesbangpol Pidie Jaya. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh bersama Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya menggelar Dialog Capaian Penanganan Konflik Sosial di ruang rapat Kesbangpol Pidie Jaya, Selasa (28/7/2026).
Memasang tema "Peningkatan Efektivitas, Keterpaduan, dan Sinergi dalam Penanganan Konflik" kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani potensi konflik sosial di daerah.
Sekitar 30 peserta mengikuti dialog tersebut. Mereka berasal dari unsur Pemerintah daerah, Polri, Kejaksaan, Intelijen, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan jurnalis.
Ketua panitia lokal, Muhammad Iqbal, SKM.,M.Kes. yang juga Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin Kesbangpol Aceh yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terkumpul data dan dokumentasi potensi konflik sosial, sekaligus mengevaluasi sejauh mana upaya penanganan yang telah dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya serta langkah-langkah deteksi dini yang sudah berjalan," kata Iqbal.
Menurutnya, hasil dialog akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi penanganan konflik yang lebih efektif, terpadu, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Bupati Pidie Jaya melalui Asisten I Setdakab, drh. Muzakkir, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik agar setiap persoalan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Selain itu, masyarakat diimbau bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama di tengah maraknya hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Dialog menghadirkan narasumber dari Kepala Bakesbangpol Pidie Jaya Saifuddin, M.Pd. perwakilan Polres Pidie Jaya AKP Mahyuddin serta Al Asri dari akademisi yang juga perwakilan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Pidie Jaya.
Diskusi membahas strategi pencegahan konflik, penguatan koordinasi antarinstansi, serta peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui forum ini, Kesbangpol Aceh dan Pidie Jaya berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi konflik sosial dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara cepat, tepat, serta berkelanjutan. (*)






