02 Juli 2026
News

Kader PPP Pidie Jaya Khawatir Muscab 2026 Digelar Tertutup: Jangan Rampas Pesta Demokrasi Kami

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDKegelisahan muncul di kalangan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pidie Jaya jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang tahun 2026.

Sejumlah kader di akar rumput menduga proses Muscab akan digelar secara tertutup, tanpa melibatkan struktur PAC dan sayap partai. Dugaan ini dinilai melukai semangat demokrasi internal partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Muscab itu ibarat pesta bagi kami, kader. Pesta gagasan, pesta ide, dan pesta untuk memilih nahkoda baru. Kalau pestanya diadakan diam-diam dan pintunya ditutup, kami merasa tidak lagi dianggap sebagai tuan rumah di rumah sendiri,” ujar Fauzi M. Daud, S.Fil.I salah satu kader PPP, yang sudah 15 tahun bergabung dengan Partai berlambang Ka'bah, Kamis (2/7).

Fauzi menilai, Muscab seharusnya menjadi ruang terbuka untuk bertarung gagasan dan memunculkan kader-kader potensial baru. Jika prosesnya tertutup, publik akan mempertanyakan kapasitas PPP Pidie Jaya ke depan.

“Pertanyaannya sederhana: Apakah PPP Pidie Jaya sudah kehabisan kader yang potensial untuk bertarung? Padahal tantangan ke depan tidak mudah. Mempertahankan 2 kursi yang sudah ada di DPRK saja akan sulit. Apalagi untuk menambah 1 kursi lagi. Semua itu butuh mesin partai yang solid sampai ke bawah,” lanjutnya.

Ia menegaskan, kekuatan PPP selama ini ada pada militansi kader di tingkat desa. Tanpa konsolidasi dan keterlibatan kolektif, legitimasi hasil Muscab akan dipertanyakan.

“Kami tidak menuduh. Kami hanya memohon. Bukalah Muscab. Libatkan semua elemen. Karena tanpa kader di dalam pesta, gedung PPP akan terasa kosong,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia Muscab DPC PPP Pidie Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme dan jadwal pelaksanaan Muscab 2026. (R)