12 Februari 2026
MTQ Aceh XXXVII 2025

Kacau, EO MTQ Aceh ke 37 Kabur, Panitia Ambil Alih Semua Persiapan

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDMenjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-37 di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (1/11), suasana di arena utama sempat memanas. Pasalnya, pihak Event Organizer (EO) PT Qpro Creasindo yang seharusnya bertanggung jawab atas kesiapan acara besar ini, dilaporkan kabur dan meninggalkan tanggung jawabnya, membuat panitia lokal harus bekerja ekstra keras di detik-detik terakhir sebelum pembukaan.

Juru bicara panitia MTQ Aceh ke-37, Saiful Rasyid, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan teknis yang menjadi tanggung jawab EO akhirnya diambil alih oleh panitia daerah. “Karena ketidaksiapan EO, semua dikerjakan sendiri oleh panitia dan para relawan. Termasuk penyelesaian venue utama yang harus rampung beberapa jam sebelum acara dimulai,” ujar Saiful yang juga menjabat Asisten III Sekdakab Pidie Jaya.

Menurut Saiful, sejak pagi pihaknya telah berulang kali mencoba menghubungi manajemen EO untuk memastikan progres pekerjaan. Namun hingga sore hari, tidak ada kabar, tidak ada kehadiran, dan tidak ada kejelasan dari pihak EO. “Pukul 14.00 WIB kami mengambil keputusan tegas. Semua diselesaikan oleh panitia. Kami tidak bisa menunggu lagi karena waktu pembukaan sudah sangat mepet,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain panggung utama, masih ada sejumlah venue cabang lomba yang belum disentuh EO. Padahal, dalam kontrak kerja, seluruh venue termasuk fasilitas penunjang seperti panggung, pencahayaan, dan area teknis menjadi tanggung jawab EO. “Venue di luar kompleks perkantoran bupati belum selesai. Sekarang semua sedang kami garap secara gotong royong agar malam nanti tidak ada kendala,” lanjut Saiful dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut membuat panitia daerah harus bekerja ekstra, dibantu oleh relawan dan simpatisan Bupati Pidie Jaya. Mereka melakukan kerja bakti demi memastikan MTQ tetap berjalan sesuai jadwal. “Kami tidak mau wajah Kabupaten Pidie Jaya tercoreng hanya karena kelalaian pihak ketiga. Ini hajatan besar rakyat Aceh, bukan sekadar acara seremonial,” kata salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, pihak PT Qpro Creasindo melalui perwakilannya, Nasrullah, saat dikonfirmasi via telepon, membantah tudingan bahwa pihaknya kabur. Ia mengklaim bahwa venue utama sudah selesai 100 persen dan telah diserahkan ke panitia MTQ. “Untuk panggung utama sudah siap dan sudah diserahterimakan siang tadi. Soal WC portable memang kami yang kerjakan, tapi penempatannya dilakukan oleh panitia,” ujar Nasrullah.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan panitia daerah masih berjibaku menyelesaikan sejumlah titik lokasi yang belum rampung. Ketegangan sempat terasa di area kompleks pemerintahan Pidie Jaya, namun semangat gotong royong panitia dan masyarakat berhasil menutupi kelengahan pihak EO. Di tengah sorotan publik, panitia berhasil membalik situasi krisis menjadi momentum solidaritas, memastikan MTQ Aceh ke-37 tetap dibuka dengan khidmat dan sukses di tanah Japakeh. (ISO)