Hj Siti Fatimah Wakaf Empat Musala di Aceh Singkil, Jual Rumah dan Ladang demi Ibadah
Foto : Istimewa | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Tak banyak harta, tetapi tekadnya untuk berwakaf begitu besar. Hj. Siti Fatimah Jamin, warga Desa Danau Bungara, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil, telah mewakafkan empat musala untuk kepentingan ibadah dan pengajian masyarakat.
Terbaru, Musala Nurul Jannah di Dusun IV Desa Danau Bungara rampung dibangun dan mulai dimanfaatkan warga.
Rangkaian perdana ditandai shalat Magrib dan Isya berjamaah, Yasinan serta doa bersama, pada Jumat (18/9/2026), masyarakat akan menggelar syukuran, peusijuek sekaligus serah terima musala.
“Alhamdulillah, pembangunan Musala Nurul Jannah sudah selesai. Saya serahkan kepada bapak dan ibu untuk dikelola. Mudah-mudahan dimanfaatkan dengan baik,” kata Hj. Siti Fatimah.
Bagi Hj. Siti Fatimah, wakaf bukan soal memiliki banyak uang. Ia mengaku hidup sederhana dan bukan orang kaya. Namun, kebiasaan berwakaf telah dijalaninya sejak mendiang suaminya masih hidup.
Musala pertama mereka bangun di kompleks pajak pekan mingguan hari Kamis di Danau Bungara. Setelah itu, ia kembali mewakafkan musala di Desa Lentong dan lingkungan MTSS Darul Muttaqin, sebelum membangun Musala Nurul Jannah.
Untuk mewujudkan niat tersebut, sebagian hartanya bahkan harus dikorbankan. Ia mengaku pernah menjual ladang dan rumah demi mendukung pembangunan musala.
“Rasanya senang sekali bila bisa bersedekah dan berwakaf. Padahal saya tidak kaya. Kalau mampu berwakaf, saya merasa bahagia,” tuturnya.
Tidak hanya mengeluarkan biaya, Hj. Siti Fatimah juga ikut bekerja selama proses pembangunan hingga musala selesai.
Ia berpesan agar masyarakat tidak menunggu kaya untuk bersedekah dan berwakaf.
“Yang penting niatkan saja bersedekah dan berwakaf. Insyaallah rezeki datang sendiri. Kalau tidak banyak, sedikit pun tidak apa-apa,” ujarnya.
Kepala Desa Danau Bungara, Mada, menyampaikan terima kasih atas wakaf Musala Nurul Jannah. Ia berharap bangunan tersebut terus dimanfaatkan masyarakat Dusun IV sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan.
“Mudah-mudahan kebaikan Hj. Fatimah Jamin dibalas oleh Allah SWT. Kami mendoakan semoga beliau sehat, dimudahkan rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” kata Mada.
Kini, Musala Nurul Jannah telah menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat Dusun IV. Jjejak sederhana seorang perempuan yang memilih mengubah sebagian hartanya menjadi tempat ibadah bagi orang banyak. (Khairi)







