02 Juli 2026
Daerah

Dua Tahun Dibina DKP, Budidaya Tiram Perempuan Pesisir Pidie Jaya Kini Hasilkan Panen Melimpah

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDBudidaya tiram yang dikembangkan kelompok perempuan pesisir di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Program yang telah berjalan selama dua tahun di bawah pembinaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya itu kini mampu menghasilkan panen antara 70 hingga 100 kilogram tiram segar setiap hari.

Produksi tersebut tidak hanya memperkuat sektor budidaya perikanan pesisir, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi para ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok pembudidaya.

Ismail (40) warga Gampong Lancok Baroh, berkeliling menggunakan becak untuk memasarkan tiram hasil budidaya tersebut kepada masyarakat. Ia membeli hasil panen dari kelompok pembudidaya, kemudian menjualnya kepada konsumen dengan harga Rp80 ribu per kilogram. Menurut Ismail, permintaan tiram segar terus meningkat karena kualitasnya dinilai baik dan dipanen langsung dari lokasi budidaya sehingga tetap segar saat dipasarkan.

Budidaya tiram itu dilakukan oleh kelompok ibu-ibu yang tersebar di empat gampong, yakni gampong Nyong, Lancok Mesjid, Lancok Mayang, dan Lancok Baroh, Kecamatan Bandar Baru. Dengan memanfaatkan potensi kawasan pesisir yang memiliki kualitas perairan yang sesuai, para anggota kelompok berhasil mengembangkan komoditas tiram sebagai usaha ekonomi produktif berbasis sumber daya kelautan. Selain ramah lingkungan, budidaya tiram juga dinilai memiliki biaya operasional yang relatif rendah dengan nilai jual yang cukup menjanjikan.

Salah seorang anggota kelompok budidaya, Nurhayati, mengaku menjual hasil panennya kepada pengecer dengan harga Rp70 ribu per kilogram. Menurutnya, budidaya tiram kini telah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. Hasil panen yang dapat dilakukan hampir setiap hari memberikan kepastian pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan pesisir yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan rumah tangga.

Sekretaris DKP Kabupaten Pidie Jaya yang juga menjabat Kepala Bidang Budidaya, Julizar, S.Pi, mengatakan kelompok budidaya tiram tersebut merupakan binaan DKP sejak tahap awal budidaya. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembentukan kelompok, penyediaan sarana budidaya, pendampingan teknis, pemilihan lokasi, hingga pengelolaan panen dan pemasaran.

Menurutnya, keberhasilan kelompok tersebut menjadi bukti bahwa budidaya tiram memiliki prospek cerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi perairan pantai di Pidie Jaya, Kamis (7/2).

Julizar menambahkan, keberhasilan budidaya tiram di empat gampong tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi berbasis masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pidie Jaya. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, komoditas tiram diyakini mampu menjadi salah satu sektor unggulan perikanan budidaya yang tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya kelautan. (**)