Di Antara Duka dan Harap, Langkah Sunyi Bupati Menjemput Warga Sakit di Pelosok Pidie Jaya
Foto : Bupati Pidie Jaya, H Sibral Malasyi bersama Plt. Kadis Sosial Azhariyadi memberikan semangat baru kepada warga yang sedang sakit untuk dijemput dibawa ke RSUD Pidie Jaya. | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Suasana cuaca yang mendung pada sore Selasa (14/4/2026) itu, jalanan menuju Gampong Jurong Teungoh, Kecamatan Jangkabuya, tak seramai biasanya.
Di sela padatnya agenda pemerintahan, langkah Bupati Sibral Malasyi justru mengarah ke lorong-lorong sunyi perkampungan, ia kembali menunjukkan wajah lain dari kepemimpinan, yang hadir langsung di tengah warga yang sakit dan membutuhkan perhatian.
Rombongan kecil pemerintah daerah bergerak menuju Gampong Jurong Teungoh, Kecamatan Jangkabuya. Di sana, seorang lansia bernama Muktar (60) telah berbulan-bulan bergelut dengan sakit yang perlahan menggerus kesehatannya.
Rumah sederhana dengan tempelan poster Calon Bipati dan Wakil Bupati "Pasangan SABAR" di dinding tempat berbaring seorang ayah yangbtak mampu lagi menjadi yulnag punggung keluarga, menjadi saksi pertemuan antara harapan keluarga dan kepedulian pemerintah.
Sebelumnya, Pasien tersebut juga sudah ada perhatian dari Dinas Kesehatan Pidie Jaya, pernah dikasih kursi roda dan sembako serta bantuan permakanan dari Dinsos.
Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Azhariyadi dan Kabag Prokopim Riza Andika serta jajarannya, Bupati Sibral tak sekadar datang membawa bantuan.
Ia menyapa, mendengar, dan memastikan kondisi Muktar ditangani dengan cepat. Bantuan sosial diserahkan, namun yang lebih penting adalah keputusan yang diambil saat itu juga, yakni evakuasi medis.
Ambulans dari RSUD Pidie Jaya segera dikerahkan, namun mendapatkan informasi Bipati mau menjemput pasien, Ambulans Puskesmas Jangkabuya pun lebih duluan datang karena lokasinya dekat.
Tenaga kesehatan bersama Dinsos sigap mendampingi proses rujukan menuju RSUD Pidie Jaya. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi kesehatan yang kian menurun, langkah cepat menjadi penentu.
“Dari keterangan keluarga, beliau sudah mengalami gangguan kesehatan sejak Oktober. Awalnya lemas, kemudian ada gangguan buang air kecil, paru, dan pencernaan,” ujar Sibral di sela kunjungan.
Selama ini, Muktar rutin menjalani kontrol dua pekan sekali. Namun, kondisi terakhir membuat penanganan lanjutan tak bisa ditunda. “Hari ini kita putuskan harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Alhamdulillah keluarga bersedia,” tambahnya.
Suasana haru menyelimuti rumah tersebut. Keluarga dan warga sekitar tak kuasa menyembunyikan rasa syukur. Di tengah keterbatasan ekonomi, kehadiran pemerintah secara langsung menjadi penguat yang tak ternilai.
Kini, Muktar telah berada di Ruang rawat inap Seroja RSUD Pidie Jaya untuk menjalani perawatan intensif. Harapan pun mengalir dari banyak pihak.
“Kita berdoa semoga beliau segera diberi kesembuhan dan umur yang berkah,” ucap bupati.
Kunjungan ini bukan yang pertama, dan tampaknya bukan yang terakhir. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau warga yang membutuhkan, terutama mereka yang sakit dan kurang mampu.
“Jika ada masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif, akan kita jemput dan bawa ke rumah sakit,” tegas Sibral.
Sebelum menjemput warga yang butuh kepedulian tersebut, bupati bersama rombongan juga menyempatkan diri bertakziah ke rumah duka keluarga pengurus Partai PAS Aceh Kabupaten Pidie Jaya di Gampong Deah Teumanah, Kecamatan Trienggadeng, serta Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja.
Di sela kunjungan itu, ia turut meninjau kondisi wilayah pelosok yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
Kisah hari itu menjadi potret kecil dari arti kehadiran pemerintah: bukan hanya di balik meja kebijakan, tetapi juga di depan pintu rumah warga saat bantuan paling dibutuhkan. (*)







