Bupati Sibral Malasyi Sambangi Gubuk Janda Miskin, Rumah Layak Huni Dijanjikan Tahun 2026
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Langkah kaki Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, Sabtu (16/5), memasuki lorong kecil di Gampong Peulandok Teungoh, Kecamatan Trienggadeng, seakan membawa secercah harapan bagi Rosnani, janda miskin yang selama lima tahun terakhir bertahan hidup di gubuk lapuk bersama anaknya. Rumah berdinding pelepah pinang, beratapkan rumbia tua dan berlantaikan tanah itu selama ini menjadi saksi kerasnya hidup yang dijalani perempuan paruh baya tersebut.
Kedatangan orang nomor satu di Pidie Jaya itu bukan sekadar kunjungan seremonial. Di hadapan Rosnani yang tampak haru, Sibral Malasyi memastikan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan merealisasikan pembangunan rumah layak huni untuk dirinya pada tahun ini 2026. Kabar itu sontak membuat mata Rosnani berkaca-kaca, setelah sekian lama hidup dalam ketidakpastian di rumah yang nyaris roboh.
“InsyaAllah tahun tahun ini kita realisasikan pembangunan rumah untuk ibu Rosnani,” ujar Sibral Malasyi saat berdiri di depan gubuk sederhana milik warga miskin tersebut. Menurutnya, data rumah Rosnani sebenarnya sudah masuk dalam perhatian pemerintah sejak tahun 2025 lalu. Namun bencana alam yang melanda Pidie Jaya membuat sejumlah program pembangunan harus tertunda sementara waktu.
Bupati menjelaskan, jika tidak terjadi musibah bencana tahun lalu, rumah Rosnani sejatinya sudah lebih dulu dibangun. Meski demikian, ia memastikan komitmen pemerintah daerah untuk membantu warga miskin tetap menjadi prioritas. Kehadiran langsung ke rumah Rosnani disebut sebagai bentuk kepedulian agar pemerintah benar-benar melihat kondisi rakyat dari dekat.
Di sudut rumah reyot itu, Rosnani tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Perempuan yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan sakit-sakitan itu mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Baginya, kunjungan bupati menjadi tanda bahwa penderitaan rakyat kecil masih ada yang mendengar. “Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan untuk kami,” ucap Rosnani.
Turut mendampingi kunjungan tersebut, Plt Kepala Dinas Sosial dan P3A Pidie Jaya, Azhariadi, M.Si, serta Kabag Prokopim Pidie Jaya, Riza Andika. Kehadiran jajaran pemerintah itu memberi harapan baru bagi Rosnani dan anaknya, Muhammad Irfan, bahwa di tengah himpitan kemiskinan dan rumah yang hampir roboh, masih ada tangan yang datang mengetuk pintu, membawa janji tentang kehidupan yang lebih layak. (**)






