05 September 2026
Daerah
Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan

BMKG Bekali 120 Nelayan Pidie Jaya Membaca Cuaca Sebelum Melaut

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda menggelar Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Bappeda Pidie Jaya, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut diikuti 120 peserta yang terdiri dari nelayan berbagai kecamatan serta perwakilan dinas dan instansi terkait. SLCN menjadi upaya BMKG memperkuat pemahaman nelayapn terhadap kondisi cuaca dan laut sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

Melalui kegiatan tersebut, nelayan diperkenalkan dengan berbagai informasi meteorologi maritim, mulai dari kondisi cuaca, tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, hingga arah dan kecepatan arus. Pengetahuan itu dinilai penting karena kemampuan membaca kondisi laut dapat membantu nelayan menentukan waktu melaut secara lebih aman, sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Cucu Kusmayancu, S.Kom menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang telah menyediakan tempat dan mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sekolah lapangan tersebut menggunakan dana APBN dan diarahkan untuk memperkuat koordinasi BMKG dengan nelayan serta lintas sektor di daerah, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan BPBD. BMKG berharap pengetahuan yang diperoleh peserta di SLCN dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di laut, sebut Cucu Kusmayancu. 

Sementra itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA, menyambut baik pelaksanaan SLCN yang menurutnya telah lama dinantikan nelayan. Ia mengatakan Pidie Jaya merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana, sehingga informasi cuaca dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Sibral juga berharap Komisi V DPR RI memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan Pidie Jaya, khususnya dalam upaya memperkuat keselamatan masyarakat menghadapi bencana.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Gufron Zainal Abidin, mengatakan SLCN hanya dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Aceh dari 23 kabupaten/kota. Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Ia mengapresiasi Pemkab Pidie Jaya yang telah menyediakan tempat representatif serta meminta para peserta mengikuti seluruh materi dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi keselamatan dan produktivitas nelayan.

Kegiatan yang juga dihadiri Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Bupati, Sekda Pidie Jaya, Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya, Dandim, Kapolres, Kadis DKP, Kalak BPBD dan Deputi BMKG Pusat secara virtual itu menghadirkan empat pemateri dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda. Materi yang diberikan mencakup pengenalan informasi cuaca dan iklim maritim, cara membaca informasi meteorologi maritim, penggunaan peta interaktif, hingga Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS). (**)