BANJIR PIDIE JAYA
Bayi dan Lansia Paling Rentan, Pengungsi Pidie Jaya Sangat Butuh Bantuan Makanan Bayi, Selimut dan Obat
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya sejak Selasa, 25 hingga 27 November 2025 kembali menyisakan duka mendalam bagi warga. Tingginya curah hujan membuat air meluap dengan cepat, merendam rumah, jalan, hingga fasilitas umum. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena genangan.
Di berbagai gampong, masyarakat secara swadaya telah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum. Tenda-tenda darurat tampak berdiri di meunasah, sekolah, hingga halaman rumah warga yang lebih tinggi. Setiap tempat pengungsian dipenuhi keluarga yang membawa pakaian seadanya, sementara relawan mulai berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
Di tengah situasi sulit itu, kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah bayi dan para lansia. Minimnya perlengkapan khusus membuat kondisi mereka rentan terhadap perubahan cuaca dan lingkungan yang lembap. “Kami sangat membutuhkan selimut bayi, makanan bayi, pampers bayi, air mineral, dan obat-obatan,” ujar salah seorang warga Pidie Jaya di Posko Pengungsian.
Selain persoalan logistik, kondisi kesehatan pengungsi juga mulai mengkhawatirkan. Anak-anak tampak menggaruk kulit akibat gatal yang muncul setelah berhari-hari terpapar air kotor. Banyak pula warga dewasa yang mulai terserang batuk, flu, dan penyakit kulit lainnya. Debu yang bercampur dengan udara lembap di lokasi pengungsian turut memperburuk kondisi kesehatan para pengungsi.
Para pengungsi berharap bantuan medis segera diperkuat di setiap posko, terutama ketersediaan obat-obatan dasar seperti salep kulit, obat flu, vitamin, dan yang lainnya. Kebutuhan bayi seperti susu formula, popok, dan selimut hangat juga menjadi permintaan paling mendesak. “Warga sangat membutuhkan perhatian. Kami berharap bantuan segera datang,” harap warga tersebut.
Namun dengan semakin banyaknya pengungsi, sampai berita ini tayang belum ada bantuan yang tersedia. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mempercepat distribusi bantuan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga, terutama bayi dan lansia yang paling rentan dalam situasi darurat ini. (**)








