22 Mei 2026
Kisah

20 Malam Melaut Tanpa Hasil, Hamdani Nyaris Putus Asa Sebelum Ditolong Aipda Jonni Rahmad

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDDi tengah hiruk-pikuk halaman Komplek Perkantoran Bupati Pidie Jaya, seorang lelaki tua tampak kebingungan. Wajahnya letih, langkahnya gontai, dan matanya memancarkan harapan agar ada tangan yang sudi menolong. Lelaki itu adalah Hamdani (60), seorang nelayan asal Gampong Meunasah Blang Kandang, Kota Lhokseumawe, yang terlantar di perjalanan saat hendak pulang ke kampung halamannya.

Hamdani mengaku baru saja pulang dari Banda Aceh setelah melaut selama 20 malam. Namun nasib belum berpihak kepadanya. Cuaca buruk dan angin kencang membuat hasil tangkapan nyaris tidak ada. Dengan kondisi ekonomi yang serba sulit, ia terpaksa meminjam uang dari rekannya sesama nelayan untuk ongkos pulang ke Lhokseumawe menggunakan mobil penumpang L300.

Perjalanan panjang itu justru berakhir pilu, sesampainya di kawasan simpang jembatan layang Pidie Jaya, Hamdani diturunkan karena tidak lagi memiliki biaya. Dalam keadaan bingung dan tanpa identitas, karena KTP serta kartu penting lainnya hilang di sekitar TPI Lama mencoba mencari bantuan. Seseorang kemudian mengarahkannya menuju Dinas Sosial.

Takdir mempertemukan Hamdani dengan Aipda Jonni Rahmad, personel Polres Pidie Jaya. Saat mendengar kisah lelaki renta itu, hati sang polisi pun tersentuh. Di hadapan rekan-rekannya, Hamdani menceritakan perjuangannya di laut hingga terlantar di negeri orang tanpa uang dan tanpa arah untuk pulang. Melihat kondisi tersebut, Aipda Jonni Rahmad bergerak cepat. Ia terlebih dahulu mengajak Hamdani makan, karena sejak pagi lelaki itu belum menyentuh makanan.

Tak hanya itu, Jonni juga memberikan bantuan pribadi berupa sejumlah uang serta mengatur kepulangan Hamdani menggunakan mobil penumpang L300 menuju Lhokseumawe.

“Semoga Pak Hamdani sampai ke kampung halaman dengan selamat,” ujar Aipda Jonni Rahmad.

Tindakan humanis yang dilakukan personel Polres Pidie Jaya itu menjadi potret bahwa kehadiran polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan. Di balik seragam dan tugas negara, masih ada hati yang tergerak untuk membantu sesama. (**)