01 April 2026
Daerah

Viral Kunjungan Satpol PP, SMA Unggul Subulussalam Buka Fakta Sebenarnya

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDKepala SMA Negeri Unggul Subulussalam, Syahari Ramadan, memberikan klarifikasi resmi pada Rabu, 1 April 2026, terkait pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai aktivitas siswa di lingkungan sekolah pada malam hari. Ia menyebut bahwa informasi yang beredar belum sepenuhnya dipahami secara utuh oleh publik, sehingga perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Syahari menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan siswa merupakan bagian dari proses pembuatan video perpisahan kelas XII. Pengambilan gambar tersebut telah berlangsung sejak pagi hari hingga malam, karena menyesuaikan kebutuhan skenario yang memang membutuhkan latar suasana malam. Seluruh kegiatan ini, lanjutnya, berada dalam pengawasan dan pendampingan guru, sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan dan kreativitas siswa.

Terkait kehadiran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Syahari menyampaikan bahwa petugas datang sekitar pukul 21.30 WIB, tepat saat para siswa tengah membersihkan lapangan usai proses pengambilan gambar. Dalam kunjungan tersebut, tidak ditemukan adanya pelanggaran, baik terkait minuman keras, narkoba, rokok, maupun hal lain yang melanggar aturan.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP Kota Subulussalam atas kunjungan dan pengawasan yang dilakukan. Menurut Syahari, kehadiran Satpol PP justru menjadi bukti bahwa kegiatan yang berlangsung di sekolah berjalan sesuai aturan dan tidak ditemukan hal-hal yang melanggar hukum maupun norma yang berlaku.

Lebih lanjut, Syahari secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang sempat muncul di ruang publik akibat potongan informasi yang tidak utuh. Ia menilai klarifikasi ini penting disampaikan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lengkap dan tidak terjebak pada persepsi yang keliru.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi, pihak sekolah juga akan melampirkan dokumentasi berupa foto dan video sebelum serta sesudah kegiatan berlangsung. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak lagi memberikan penafsiran negatif. Pihak sekolah pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengajak semua pihak untuk menyikapi informasi secara bijak. (**)