11 Februari 2026
Daerah

Stok Obat Terbatas, Pasien RSUD Pidie Jaya Terpaksa Beli Obat di Luar, Operasi Ditunda

LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -
Sejumlah pasien rawat jalan dan pasien yang dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Pidie Jaya mengeluhkan ketiadaan stok obat bagi peserta BPJS di apotek rumah sakit tersebut. Keluhan itu mencuat pada Selasa (3/2), terutama dari pasien Poli Mata yang mengaku tidak mendapatkan obat sesuai resep dokter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam sepekan terakhir persediaan obat di apotek RSUD Pidie Jaya disebut-sebut tidak mampu memenuhi kebutuhan pasien. Dari lima jenis obat yang diresepkan dokter, terkadang hanya dua jenis yang tersedia. Sementara sisanya harus ditebus sendiri oleh pasien di apotek luar rumah sakit.

Kondisi ini memberatkan pasien peserta BPJS yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Padahal, biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit mitra BPJS, termasuk obat-obatan dan jasa medis, telah ditanggung pemerintah. Diketahui, setiap pasien BPJS yang berobat ke RSU mitra mendapatkan pembiayaan sebesar Rp205.000 per kunjungan, yang mencakup layanan medis dan obat.

Tidak hanya pasien rawat jalan, sejumlah calon pasien operasi mata juga terdampak. Beberapa jadwal operasi sejak akhir Januari 2026 terpaksa ditunda karena stok obat yang dibutuhkan tidak mencukupi. “Untuk calon pasien operasi tanggal 31 bulan januari, terpaksa ditunda karena tidak ada stok obat,” ujar seorang sumber internal melalui pesan singkat WhatsApp kepada awak media.

Selain itu, beredar informasi bahwa seorang dokter spesialis disebut-sebut sudah sepekan tidak masuk kerja. Alasan yang disampaikan, menurut sumber, karena merasa prihatin terhadap kondisi pasien yang setelah diperiksa tetap tidak memperoleh obat sesuai kebutuhan di Apotek RSUD.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Aditya Jamin, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kendala dalam pengiriman obat. Namun, ia menyatakan pihak manajemen akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke bagian pelayanan untuk memastikan keakuratan informasi yang beredar. (**)