03 Juni 2026
Daerah

Pemerintah Slow Respon, Ratusan Petani Bandar Baru Terpaksa Sewa Alat Berat dengan Dana Pribadi

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDRatusan petani di tiga desa dalam Kemukiman Musa, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menyewa alat berat. Langkah ini diambil setelah laporan dan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah terkait saluran irigasi yang tertimbun material longsor tak kunjung mendapat respons, Selasa (2/6).

Longsor yang terjadi di jalur lintas Medan - Banda Aceh, tepatnya di kawasan Kampung Keude Luengputu, telah menyumbat total saluran air utama. Akibatnya, para petani di Desa Udeung, Musa Baroh, dan Musa Teungoh terancam gagal turun ke sawah karena ketiadaan pasokan air.

Sebelumnya, warga melalui tokoh masyarakat setempat mengaku telah berulang kali menghubungi Bupati Pidie Jaya dan instansi terkait untuk meminta bantuan armada alat berat. Namun, hingga berhari-hari menanti, bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba.

Menyikapi kondisi yang kian mendesak, sejumlah Keujruen Blang di tiga gampong menggelar rapat untuk mencari solusi, diantaranya Mulyadi Keujreun gampong Blang Udeung, Anwar/Apa Syek Keujreun Musa Tengoh dan Hamdani Keujruen Blang Musa Baroh, akhirnya mereka bersepakat mengumpulkan dana swadaya yang diberikan secara sukarela oleh setiap pemilik sawah.

Mantan Keuchik Gampong Udeung, Muzakir, mengungkapkan bahwa warga terpaksa mengambil langkah swadaya ini demi menyelamatkan sumber mata pencaharian petani. "Kami dengan terpaksa mengumpulkan uang pribadi masyarakat untuk menyewa alat berat dan membeli solar. Total uang yang sudah dikeluarkan mencapai 7 juta rupiah lebih, murni untuk membayar operator dan BBM," ujar Muzakir.

"Ia juga menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap lambatnya respons pemerintah setempat dalam menangani musibah yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini."

"Kami hidup di sini seperti tidak ada orang tua. Saat kami tertimpa musibah, kami meminta bantuan, tapi harapan itu bagaikan buih di lautan, bisa kami lihat tapi tidak berguna karena tidak dapat kami manfaatkan," cetusnya.

Saluran irigasi tersebut tergolong vital, itu infrastruktur dasar yang harus segera dibenahi, kata salah seorang warga. Kalau tidak, ratusan petani terancam gagal turun ke sawah, sementara para petani untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka hanya mengandalkan dari hasil panen.

Terkait keterlambatan penanganan material longsor di Kecamatan Bandar Baru, akan berdampak langsung pada sektor pertanian warga, hingga kini belum ada tanggapan atau keterangan resmi dari pihak terkait. Pewarta media ini sudah melakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, namun belum ada jawaban, jika sudah terkonfirmasi akan diberitakan kembali untuk keberimbangan pemberitaan. 

Pewarta : Dona Paru