Pemkab Pidie Jaya Uji 15 Calon Kepala Pkm, Libatkan Panelis Profesional
Foto : Salah seorang peserta Ukom calon Kepala Puskemas sedang diuji para penelis | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh, menggelar uji kompetensi (Ukom) dan wawancara bagi 15 calon kepala puskesmas (pkm), Jumat (24/4) di ruang rapat Kantor Bupati setempat, sebagai langkah strategis meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar.
Seleksi/ Ukom ini merupakan perdan di Aceh dengan melibatkan tim penguji berpengalaman, yakni Ferdiyus, SKM, M.Kes, Prof Dr M Yani, M.Kes., PKK, dan Dr Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH, serta unsur Pemkab Dr Munawar Ibrahim, S.Kp., M.P.H. dan Helmi, S.STP., M.Si.
Menariknya, peserta tidak hanya dokter, tetapi juga tenaga kesehatan lain seperti sarjana kesehatan masyarakat, perawat, dan bidan, mencerminkan upaya menghadirkan kepemimpinan puskesmas yang lebih inklusif dan berbasis kompetensi.
Sekda Pidie Jaya, Munawar Ibrahim, menegaskan bahwa proses uji kompetensi hingga wawancara dirancang untuk memastikan calon pemimpin puskesmas memiliki kapasitas manajerial dan teknis yang memadai.
“Seleksi ini merupakan langkah strategis untuk menempatkan SDM sesuai kompetensinya. Kesempatan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi kriteria dan masuk peringkat terbaik,” ujarnya.
Menurut Munawar, kepala puskesmas memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas layanan kesehatan tingkat pertama.
Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional untuk menjaring figur yang memiliki integritas, komitmen, serta kemampuan memimpin fasilitas kesehatan secara optimal.
"Selanjutnya Ukom juga akan dilukan terhadap semua jabatan eselon, untuk mengukur dan menilai kemampuan, pengetahuan, serta keterampilan teknis maupun profesional individu ASN jajaran Pemkab Pidie Jaya." tegas Sekda
Plt. Kepala Dinkes Aceh, Ferdiyus, menjelaskan bahwa panelis menilai sejumlah aspek penting, mulai dari integritas, kemampuan pemecahan masalah, hingga inovasi yang dapat dikembangkan di puskesmas.
“Secara umum peserta memiliki kompetensi yang baik, namun penilaian tetap dilakukan melalui sistem perankingan untuk menentukan yang terbaik,” katanya.
Hasil akhir seleksi nantinya akan dilaporkan kepada Bupati Pidie Jaya untuk ditetapkan sesuai kebutuhan organisasi. Selain menghasilkan pimpinan baru, proses ini juga dinilai memberi nilai tambah berupa peningkatan kapasitas bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Dinkes KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, menyebutkan seleksi diikuti 15 peserta untuk mengisi kebutuhan 12 posisi kepala puskesmas di delapan kecamatan.
“Sebanyak tujuh peserta merupakan kepala puskesmas definitif yang masih aktif, sedangkan delapan lainnya merupakan kandidat baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengisian jabatan juga dilakukan untuk menggantikan posisi yang akan kosong akibat pejabat memasuki masa purna tugas atau tidak lagi memenuhi syarat.
Selain itu, Bupati juga akan merolling/rotasi jabatan tersebut untuk meningkatkan efektivitas pelayanan di faskes tingkat pertama.
“Ke depan, kepala puskesmas dituntut mampu berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kolaborasi lintas sektor,” tutup Eddy. (*)






