13 Agustus 2026
Daerah

Pemkab Pidie Jaya Gelontorkan Hampir Rp1 Miliar untuk Pesta Kemerdekaan, Paskibraka Dikarantinakan di Gedung MTQ

Foto : Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pidie Jaya Saifuddin, M.Pd. | LIPUTAN GAMPONG NEWS

LIPUTANGAMPONGNEWS.IDPemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengalokasikan dana hampir satu miliar untuk membiayai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 yang kegiatan akan dipusatkan di Cot Trieng, Meureudu.

Dari total anggaran Rp905,49 juta tersebut, sekitar 70 persen disebut terserap untuk kebutuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Besarnya porsi anggaran untuk Paskibraka menjadi sorotan karena pemerintah daerah belum membuka secara rinci keseluruhan penggunaan dana tersebut kepada publik.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pidie Jaya, Saifuddin, M.Pd. mengatakan alokasi anggaran dibagi menjadi dua kelompok besar.

“Sekitar 70 persen atau Rp.633.843.000,- untuk kebutuhan Paskibraka dan 30 persen atau Rp.271.647.000,- untuk berbagai rangkaian kegiatan HUT RI,” kata Saifuddin kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

Namun, ketika ditelusuri lebih jauh, Saifuddin tidak merinci paket belanja yang membentuk total anggaran Rp905,49 juta tersebut.

Seragam dan jasa anggota
Penelusuran Liputan Gampong News terhadap paket belanja terkait Paskibraka menunjukkan sejumlah anggaran dengan nilai puluhan juta rupiah.

Untuk pakaian, misalnya, pemerintah menganggarkan Rp78 juta untuk seragam latihan dan Rp96 juta untuk Pakaian Dinas Upacara (PDU) Paskibraka.

Ada pula Rp82,5 juta untuk jasa peserta non-PNS bagi 55 anggota Paskibraka selama 30 hari. Kemudian Rp30 juta untuk jasa tenaga instruktur pelatihan dan Rp7 juta untuk tenaga ahli instruktur seleksi calon anggota Paskibraka.

Biaya transportasi juga masuk dalam paket belanja. Pemerintah mengalokasikan Rp33 juta bagi 55 anggota Paskibraka selama 30 hari serta Rp6,3 juta untuk enam pelatih selama 35 hari.

Kebutuhan konsumsi dan pelatihan mencakup Rp10,5 juta untuk buah-buahan, Rp11,97 juta untuk air mineral selama pelatihan, dan Rp950 ribu untuk air mineral latihan gabungan.

Karantina dan perlengkapan acara
Anggaran lainnya digunakan untuk menunjang kegiatan Paskibraka dan seremoni peringatan kemerdekaan.

Tercatat Rp15 juta untuk sewa gedung karantina Paskibraka, Rp30 juta untuk sewa panggung, tenda dan dekorasi, serta Rp17 juta untuk sewa sound system.

Para anggota Paskibraka sebelumnya direncanakan menjalani karantina di Gedung MTQ Aceh di Cot Trieng, Meuruedu. Namun, rencana itu batal. Saifuddin mengatakan mereka kini akan menjalani karantina di salah satu wisma di Pidie Jaya.

Sementara itu, sekitar 30 persen anggaran lainnya digunakan untuk berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81.

Sejumlah paket belanja di antaranya Rp20 juta untuk lomba perahu dan tangkap bebek, Rp15 juta untuk pentas seni, Rp20 juta untuk pencetakan baliho HUT RI ke-81, Rp3,75 juta untuk spanduk, dan Rp7,5 juta untuk undangan.

Pemerintah juga menganggarkan Rp27,5 juta untuk makanan dan minuman resepsi, Rp12 juta untuk jasa petugas keamanan, Rp5 juta untuk transportasi panitia, serta Rp28 juta untuk jasa panitia pelaksana HUT RI.

Belanja lain mencakup Rp8 juta untuk seragam anggota aubade, Rp4 juta untuk jasa anggota aubade, dan Rp11 juta untuk jasa marching band serta pendamping. Sejumlah paket juga disiapkan untuk kebutuhan Taptu, defile, upacara dan dokumentasi.

Dengan total anggaran Rp905,49 juta, publik kini hanya mendapatkan gambaran umum mengenai pembagian 70:30 tersebut. 

Sementara rincian keseluruhan belanja yang membentuk angka ratusan juta rupiah itu belum dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah daerah. (***)