Akibat Tumor Mata, Bocah Ini Mengalami Kebutaan Permanen, Kini Menanti Uluran Tangan Kita
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Syafa Humaira (4), warga Gampong Muko Buloh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kini sedang menjalani pemulihan setelah kedua bola matanya diangkat akibat retinoblastoma (tumor ganas pada mata).
Bocah 4 tahun itu mengalami kebutaan permanen. Syafa terlahir dari keluarga miskin, anak dari pasangan Hasanuddin dan Herawati. Kini mereka sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian banyak pihak, Selasa (20/10).
Bagi Syafa, masa kanak-kanak yang semestinya penuh warna kini berubah mengalami kebutaan. Dibalik wajah mungilnya, ada harapan untuk tumbuh, bermain, belajar, dan menikmati masa depan seperti anak-anak seusianya.
Kini, Syafa harus melakukan pemeriksaan rutin ke Banda Aceh, Karena keterbatasan ekonomi keluarga ini sangat membutuhkan biaya pendampingan. Disaat kebutuhan biaya pendampingan, dan kebutuhan selama menjalani pelayanan kesehatan menjadi beban yang sulit mereka pikul sendiri.
Hasanuddin dan Herawati hanya bisa terus berikhtiar, berdoa, dan berserah kepada Allah SWT. Bagi mereka, Syafa adalah buah hati yang tak ternilai harganya, seorang anak yang masih memiliki masa depan panjang dan berhak memperoleh kesempatan untuk hidup lebih baik.
Kondisi Syafa dan keluarganya hari ini menjadi panggilan kemanusiaan bagi semua pihak, baik itu pemerintah gampong, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Dinkes, Dinsos dan RSU Pidie Jaya, instansi terkait, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan, serta para dermawan di Pidie Jaya.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera menelusuri kondisi keluarga ini, memastikan akses terhadap program bantuan sosial dan kesehatan yang tersedia.
Syafa dan keluarganya tidak seharusnya menghadapi ujian seberat ini sendirian hanya karena keterbatasan ekonomi. Setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat berarti besar bagi orang tua yang sedang berjuang menyelamatkan masa depan anaknya.
Mereka berharap, semoga ada tangan-tangan tulus yang tergerak, ada kepedulian yang hadir dan ada jalan bagi Syafa Humaira dan keluarganya. (**)






