Makanan Bergizi atau Ancaman Tersembunyi? Kasus Keracunan MBG Gegerkan Bireuen
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID -Sedikitnya 13 siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar dilarikan ke Puskesmas Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Kamis (26/2). Mereka harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan usai berbuka puasa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para pelajar tersebut sebelumnya mengonsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis). Tak lama setelah itu, mereka mengeluhkan mual, muntah, dan lemas hingga akhirnya tumbang dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Insiden ini sontak memicu kepanikan orang tua dan warga sekitar.
Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, membenarkan lonjakan pasien yang datang hampir bersamaan. Ia menyebut ruang pelayanan dipenuhi anak-anak dengan keluhan serupa. “Jumlah pasien terus bertambah, sebagian terpaksa kami rawat di polindes,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan kewalahan. Dengan kapasitas terbatas, puskesmas harus membagi penanganan antara ruang utama dan fasilitas pendukung. Hingga malam hari, tim medis masih melakukan observasi intensif guna memastikan kondisi para siswa stabil dan tidak terjadi komplikasi lanjutan.
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait standar higienitas dan pengawasan distribusi MBG. Apakah proses pengolahan dan penyajian makanan telah memenuhi standar keamanan pangan? Siapa yang bertanggung jawab atas distribusi dan kontrol kualitas sebelum makanan dikonsumsi anak-anak?
Masyarakat mendesak adanya investigasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. Keselamatan siswa seharusnya menjadi prioritas utama, terlebih program makanan gratis bertujuan meningkatkan gizi, bukan justru membahayakan kesehatan penerimanya. Aparat dan instansi terkait diharapkan segera melakukan uji sampel serta mengumumkan hasilnya secara transparan kepada publik. (**)










