KNPI Kehilangan Arah, Dek Boy Mantan Kiper Andalan Pidie Jaya Bidik Kursi Ketua
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Hiruk-pikuk menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie Jaya mulai terasa. Di tengah dinamika organisasi kepemudaan itu, satu nama yang cukup dikenal di kalangan anak muda mulai mencuat dan menjadi perbincangan, yakni Marhaban, S.Pd atau yang akrab disapa Dek Boy Garuda. Sosok yang dulu dikenal sebagai penjaga gawang andalan Pidie Jaya itu kini menyatakan diri siap maju dalam bursa calon Ketua KNPI Pidie Jaya pada Musda yang akan digelar 8–9 Juni 2026 mendatang.
Bagi sebagian masyarakat Pidie Jaya, nama Dek Boy bukanlah figur baru. Ia tumbuh dari dunia olahraga, mengawal mistar gawang dengan refleks cepat dan semangat juang tinggi. Karakter kepemimpinan yang ditempa di lapangan hijau itu kini ingin dibawanya ke ruang pengabdian yang lebih luas: membangun generasi muda Pidie Jaya agar lebih mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing di tengah tantangan zaman.
Saat ditemui media ini, Selasa (2/6), Dek Boy mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam kontestasi Ketua KNPI bukan sekadar untuk meramaikan bursa calon. Ia mengaku membawa misi besar untuk memperkuat sumber daya manusia pemuda di Pidie Jaya melalui pembinaan karakter, kreativitas, dan penguatan mental kepemudaan.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Kita ingin melahirkan pemuda yang mandiri, berakhlak, kreatif, dan punya semangat membangun daerah,” ujar Dek Boy dengan nada optimistis.
Di balik pencalonannya, terselip kegelisahan yang ia rasakan terhadap kondisi organisasi kepemudaan saat ini. Menurutnya, KNPI Pidie Jaya membutuhkan arah baru dan sosok pemimpin yang mampu menghidupkan kembali semangat kolektif pemuda. Ia menilai, organisasi tersebut belakangan seperti kehilangan denyut dan tujuan akibat minimnya gerakan yang menyentuh kebutuhan generasi muda secara nyata.
“Kita rasakan bersama KNPI sekarang seperti kehilangan arah dan tujuan karena tidak adanya nahkoda,” ucapnya.
Bagi Dek Boy, pemuda tidak boleh hanya berdiri di pinggir lapangan sebagai penonton pembangunan. Pemuda, kata dia, harus hadir sebagai pelaku utama yang ikut menentukan masa depan daerah. Dari seorang kiper yang terbiasa menjaga gawang, kini ia mencoba menjaga harapan baru bagi generasi muda Pidie Jaya, harapan agar KNPI kembali hidup, bergerak, dan menjadi rumah besar perjuangan pemuda. (**)






