Ketika Minat dan Jurusan Kuliah Tidak Sejalan
Oleh : Rahil Ilmi - Mahasiswi Semester IV, S1 Psikologi, UIN AR-Raniry Banda Aceh
OPINI - Ketika masih kecil, saya tidak pernah membayangkan akan menjadi mahasiswa Psikologi. Dunia yang saya sukai saat itu justru jauh dari teori-teori yang sekarang saya pelajari di bangku kuliah. Sejak usia dini, saya lebih tertarik pada aktivitas non akademik. Saya sering mengikuti berbagai perlombaan olahraga, seperti bulutangkis dan tenis meja. Beberapa kali saya berhasil meraih kemenangan dan merasakan bagaimana proses latihan, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dapat membawa seseorang mencapai hasil yang membanggakan.
Selain olahraga, saya juga memiliki ketertarikan pada teknologi. Bahkan ketika berusia sekitar lima tahun, saya sudah cukup akrab dengan komputer. Saya senang mencoba berbagai fitur dan belajar sendiri cara mengoperasikannya. Hal-hal sederhana seperti mengetik dan mencetak dokumen menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi saya saat itu. Namun, ketika tiba saat menentukan jurusan kuliah, saya mulai mengalami kebingungan. Saya menyadari bahwa saya memiliki banyak minat, tetapi tidak benar-benar mengetahui bidang mana yang paling sesuai untuk masa depan saya. Di tengah kebimbangan tersebut, saya akhirnya memilih untuk masuk ke jurusan Psikologi.
Awalnya, saya merasa jurusan ini cukup jauh dari dunia yang selama ini saya sukai. Saya bertanya-tanya apakah keputusan tersebut sudah tepat. Saya melihat teman-teman lain yang tampak begitu yakin dengan pilihannya, sementara saya masih berusaha memahami arah yang ingin saya tuju. Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa tidak semua perjalanan hidup harus berjalan sesuai rencana sejak awal. Terkadang, kita dipertemukan dengan jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Psikologi mengajarkan saya untuk memahami manusia, mengenal diri sendiri, dan melihat bahwa setiap individu memiliki proses yang berbeda dalam menemukan tujuan hidupnya.
Pengalaman ini membuat saya memahami bahwa kebingungan bukanlah tanda kegagalan. Banyak mahasiswa yang mungkin sedang mengalami hal yang sama: masuk ke jurusan yang tidak pernah mereka bayangkan atau masih mempertanyakan apakah pilihan mereka sudah benar. Perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Untuk calon mahasiswa yang sedang menentukan masa depan, jangan takut jika saat ini kalian belum memiliki jawaban atas semua pertanyaan tentang hidup. Tidak semua orang langsung menemukan passion atau tujuan hidupnya. Ada yang menemukannya sejak kecil, ada yang baru menyadarinya saat kuliah, dan ada pula yang menemukannya setelah lulus.
Yang terpenting adalah terus belajar, mencoba hal-hal baru, dan berani mengambil kesempatan. Minat dan bakat bukan sesuatu yang selalu langsung terlihat, tetapi sering kali ditemukan melalui proses yang panjang. Percayalah, setiap pengalaman yang kalian miliki hari ini akan menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang seberapa cepat kita menemukan tujuan, melainkan tentang bagaimana kita terus bertumbuh dalam proses mencarinya.






