Jenderal Polisi Pulang Kampung, Ajak Ulama dan Tokoh Adat Perkuat Perang Narkoba di Pidie Jaya, Aceh
Foto : Waled Muhammad Az Wahiri melakukan prosesi peusijuk terhadap Kepala BNNP Aceh saat kunker ke Pidie Jaya | LIPUTAN GAMPONG NEWS
LIPUTANGAMPONGNEWS.ID - Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengajak ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah hingga aparatur gampong lebih proaktif dalam perang melawan narkoba di Pidie Jaya.
Ajakan itu disampaikan Dedy saat melakukan kunjungan kerja ke Pidie Jaya sekaligus pulang ke tanah asal keluarganya, di Aula Meuligoe Bupati Pidie Jaya, Selasa (18/8) malam.
Kakek dan nenek Dedy diketahui berasal dari Gampong Buangan dan Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua. Karena itu, kunjungan tersebut memiliki makna khusus bagi jenderal polisi kelahiran Aceh tersebut.
“Penanganan penyalahgunaan narkotika di Aceh tidak bisa ditangani sendiri. Semua stakeholder, tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi,” kata Dedy.
Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dimulai dari keluarga, sekolah hingga gampong. BNNP Aceh tidak hanya melakukan pemberantasan, tetapi juga pencegahan dan rehabilitasi.
Dedy mendorong Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memperkuat regulasi melalui Peraturan Bupati dan qanun hingga tingkat gampong.
Ia juga mengusulkan pemanfaatan hukum adat dan kesepakatan lokal dalam mendukung rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.
“Banyak cara yang bisa dibuat untuk menanggulangi narkoba yang merusak remaja dan generasi penerus. Penanggulangan narkoba adalah kewajiban semua pihak,” tegasnya.
Ia turut menyoroti keterbatasan anggaran BNNP Aceh untuk pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang disebut hanya sekitar Rp2 miliar. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Dedy juga mendorong Pemerintah Aceh membangun rumah sakit khusus serta dayah atau pondok pesantren rehabilitasi pecandu narkoba sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malsyi, MA, S.Sos., ME., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan pemberantasan narkoba tidak boleh hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Keluarga, ulama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan hingga masyarakat gampong memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda,” ujar Sibral.
Ia memastikan Pemkab Pidie Jaya siap memperkuat sinergi dengan BNNP Aceh melalui program pencegahan dan edukasi masyarakat.
Kunjungan Dedy diawali prosesi peusijuk yang diiringi selawat Nabi. Agenda tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat program P4GN sekaligus membangun gerakan bersama untuk mewujudkan Pidie Jaya yang aman, sehat dan bebas narkoba.
Turut hadir Forkopimda, Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir, Kapolres AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Wakil Ketua MPU Pidie Jaya Waled Muhammad Az Wahiri, tokoh Aceh asal Piide Jaya Ir. Razali Ar, M.Si., Sekda Dr. Munawar, kepala SKPK, camat, tokoh masyarakat. (*)















